Indonesia sendiri dalam beberapa laga cukup kesulitan mengatasi bola-bola mati seperti tendangan pojok dan tendangan bebas. Dia juga mengomentari bagaimana pentingnya mental pemain dalam setiap laga, apalagi di partai final, sambil tetap mengingatkan Evan Dimas dan rekan-rekan tidak perlu begitu larut dalam perayaan saat mencapai final. Karena sesungguhnya perjuangan belum selesai benar.
“Mental sangat menentukan, karena tidak ada lagi pertandingan setelah final. Penyisihan grup bermain dengan maksimal, semifinal juga, tapi tidak ada artinya kalau kita tidak siap di final. Saya berharap euforia kemenangan timnas Indonesia dapat selesai di malam itu juga. Kita bisa fokus lagi, kerja keras lagi,” ucapnya.
“Tetap percaya diri tapi tidak boleh kelewat percaya diri. Saya yakin tim pelatih dapat mengontrol, emosi para pemain, mental mereka, agar bisa jadi motivasi bagi tim.”
Dia juga mengakui sukses timnas menyingkirkan Singapura tidak lepas dari permainan apik tiga pemain Indonesia yang berkarier di Eropa. Mereka adalah Witan Sulaiman (Lechia Gdansk), Elkan Baggott (Ipswich U23) dan Egy Maulana Vikri (FK Senica). Pemain berkarier di luar negeri begitu bermain di Timnas ya sama, mereka juga harus berjuang dengan sepenuh hati kerja keras dan all out. “Saya berharap pemain fokus, konsentrasi dan tidak melakukan kesalahan dekat area penalti karena cukup berbahaya, bisa dimanfaatkan lawan jadi gol,” pungkasnya. (sr)





