Minggu, 2 Oktober 2022
27 C
Surabaya
More
    OlahragaKurniawan: Awas Ball Position Thailand Lebih Baik

    Kurniawan: Awas Ball Position Thailand Lebih Baik

    KALLANG (WartaTransparansi.com) – Mantan pemain timnas Indonesia Kurniawan Dwi Yulianto menilai pertarungan timnas Indonesia lawan Thailand di final Piala AFF 2020 bakal lebih sengit dibandingkan di semifinal lawan Singapura. Karena kedua tim selama ini dikenal sebagai ‘musuh bebuyutan’

    Bagi Indonesia, ini merupakan keenam kalinya menginjakkan kaki di partai final selama gelaran Piala AFF. Tapi sayangnya, dari lima final skuad Garuda belum bisa keluar sebagai juara. Tiga final diantaranya kandas saat melawan Thailand.

    Termasuk pada tahun 2000, ketika Indonesia masih diperkuat Kurniawan Dwi Yulianto. Karena itu, dia punya pandangan tersendiri mengenai final tahun ini. Apalagi saat itu, Indonesia kalah 1-4 di Piala AFF 2000 — waktu itu namanya masih Piala Tiger.

    Baca juga :  Timnas Indonesia Ubah Taktik Lawan Curacao di Laga Kedua

    Pencetak 13 gol untuk timnas Indonesia di ajang Piala AFF ini juga mengakui kalau Thailand masih sedikit unggul ketimbang Indonesia secara kualitas. “Kulitas sepakbola Thailand boleh dibilang kelasnya sudah level Asia,”  bebernya.

    Dan Kurniawan juga menjelas hal apa saja yang sekiranya perlu diwaspadai oleh skuad asuhan Shin Tae-yong. “Karena Thailand bermain dengan cukup dewasa, cukup tenang dengan memainkan ball position. Pada saat mereka melakukan serangan sangat sabar, tidak terburu-buru. Mereka mempunyai kekuatan dengan memanfaatkan bola-bola mati dan itu yang perlu diwaspadai. Agar pemain kita tidak melakukan banyak kesalahan terutama di penalti area,” tambah pelatih yang baru saja meninggalkan Liga Malaysia ini.

    Baca juga :  Divaldo Inginkan Persik Kediri Fokus Selama 90 Menit Kontra Barito Putera

    Indonesia sendiri dalam beberapa laga cukup kesulitan mengatasi bola-bola mati seperti tendangan pojok dan tendangan bebas. Dia juga mengomentari bagaimana pentingnya mental pemain dalam setiap laga, apalagi di partai final, sambil tetap mengingatkan Evan Dimas dan rekan-rekan tidak perlu begitu larut dalam perayaan saat mencapai final. Karena sesungguhnya perjuangan belum selesai benar.

    “Mental sangat menentukan, karena tidak ada lagi pertandingan setelah final. Penyisihan grup bermain dengan maksimal, semifinal juga, tapi tidak ada artinya kalau kita tidak siap di final. Saya berharap euforia kemenangan timnas Indonesia dapat selesai di malam itu juga. Kita bisa fokus lagi, kerja keras lagi,” ucapnya.

    “Tetap percaya diri tapi tidak boleh kelewat percaya diri. Saya yakin tim pelatih dapat mengontrol, emosi para pemain, mental mereka, agar bisa jadi motivasi bagi tim.”

    Baca juga :  Imbas Kerusuhan Suporter, Gerogoti Keuangan Persebaya

    Dia juga mengakui sukses timnas menyingkirkan Singapura tidak lepas dari permainan apik tiga pemain Indonesia yang berkarier di Eropa. Mereka adalah Witan Sulaiman (Lechia Gdansk), Elkan Baggott (Ipswich U23) dan Egy Maulana Vikri (FK Senica).  Pemain berkarier di luar negeri begitu bermain di Timnas ya sama, mereka juga harus berjuang dengan sepenuh hati kerja keras dan all out. “Saya berharap pemain fokus, konsentrasi dan tidak melakukan kesalahan dekat area penalti karena cukup berbahaya, bisa dimanfaatkan lawan jadi gol,” pungkasnya. (sr)

     

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan