Senin, 26 September 2022
27 C
Surabaya
More
    Jawa TimurKediriJelang Poprov 2022, Sejumlah Atlit dan Pelatih Kota Kediri Terancam Urung Diberangkatkan

    Jelang Poprov 2022, Sejumlah Atlit dan Pelatih Kota Kediri Terancam Urung Diberangkatkan

    KEDIRI (WartaTransparansi.com) – Imbas berkurangnya dana hibah yang diterima Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) dari Pemerintah Kota Kediri, sejumlah Atlit dan Pelatih terancam urung diberangkatkan dalam gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Poprov) 2022 mendatang.

    Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII seharusnya bergulir pada tahun 2021.

    Namun akibat adanya dampak pandemi Covid-19 sehingga membuat jadwal multi-event terakbar di Jawa Timur (Jatim) tersebut tertunda selama setahun, hingga tahun 2022.

    KONI Provinsi Jawa Timur telah merencanakan penyelenggaraan Porprov tahun 2022, akan digelar di empat daerah secara bersamaan yakni Lumajang, Jember, Situbondo dan Bondowoso. Sesuai rencana kejuaraan Porprov tersebut akan digelar pada bulan Juni-Juli.

    Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Kota Kediri, Kwin Atmoko, menyampaikan, menjelang gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Poprov) yang akan digelar pada tahun 2022 mendatang, pihaknya akan memberangkatkan kurang lebih 250 atlet dan beberapa pelatih dimasing-masing Cabang Olahraga (Cabor).

    Baca juga :  Mobil Vs Kereta Api di Kabupaten Kediri, Satu Orang Tewas

    Jelang Poprov 2022, Sejumlah Atlit dan Pelatih Kota Kediri Terancam Urung Diberangkatkan
    Sejumlah Atlit Kediri sedang melakukan test parameter di kampus UNP Kediri

    Dimana dana hibah yang diterima oleh Koni Kota Kediri sebesar Rp 6 miliar. Jumlah ini berkurang separuh dari dana hibah yang telah diterima pada tahun 2019 sebesar Rp 12 miliar, dan secara realistis akan menyikapi dinamika yang sedang terjadi.

    ” Kalau anggaranya banyak, kita bisa memberangkatkan banyak atlit, dan dapat mendapatkan banyak medali. Tapi kalau anggaranya sedikit ya apa boleh buat,”tuturnya.

    Idealnya dalam mencukupi kebutuhan atlet Kota Kediri dalam ajang Poprov setidaknya bisa sama memperoleh dana hibah yang nilainya sama pada tahun 2019 yakni Rp 12 Milyar. Ungkapnya. Selasa,(21/12/2021).

    Baca juga :  Kejari Kabupaten Kediri Jebloskan 2 Tersangka Korupsi PIP ke Rutan

    Pria yang akrab disapa Kwin menambahkan, dampak dari penyesuaian kebijakan tersebut, secara tidak langsung pasti akan mempengaruhi produktifitas dalam karir mereka, sebagai atlet profesional.

    Selain, dituntut pengalaman sewaktu bertanding, tidak menampik kemungkinan faktor bonus berupa uang pembinaan menjadi hal terpenting bagi mereka.

    Untuk itu, dirinya berharap kepada pemerintah agar bisa mencukupi anggaran kepada atlet agar dapat berprestasi dan dapat membawa nama harum bagi daerah.

    Maka pihaknya, akan maksimalkan dan efisiensikan terhadap Cabor potensial untuk mendapatkan perolehan medali dalam gelaran ajang
    kejuaraan Porprov pada tahun 2022.

    ” Kita akan memanfaatkan Cabor potensial. Seperti Cabor yang selama ini memberikan sumbangsih perolehan medali terbanyak seperti Angkat Besi dan Angka Berat, Atletik dan Wushu. Cabor itu yang nantinya menjadi prioritas kami untuk memberangkatkan,” pungkasnya.

    Baca juga :  Jelang Satu Abad NU, Fatayat Kota Kediri Gelar Lomba Mewarnai dan Pasar UMKM

    Untuk diketahui bersama dalam ajang Porprov Jatim VI yang berlangsung di Bojonegoro, Lamongan, Gresik dan Tuban pada tahun 2019 sejumlah atlet kontingen Kota Kediri telah berhasil mendapatkan peringkat kedua di bawah Kota Surabaya.

    Kontingen Kota Kediri sebanyak 376 terdiri dari 291 atlet dan 85 pelatih yang mewakili 30 cabang olahraga.

    Prestasi yang diraih berhasil menyabet 60 medali emas, 44 medali perak dan 49 medali perunggu. (abi)

    Reporter : Moch Abi Madyan

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan