Sabtu, 22 Januari 2022
26 C
Surabaya
More
    Jawa TimurBanyuwangiKegelisahan Para Manager Dan Sekretaris Perusahaan Milik Anas

    Kegelisahan Para Manager Dan Sekretaris Perusahaan Milik Anas

    Cerita ini merupakan kelanjutan dari cerita sebelumnya yang berjudul ” Antara si Anas dan bawahan nya”. Dalam tema ini, penulis ingin mengangkat tema ” Kegelisahan para manager dan sekretaris perusahaan milik Anas”.

    Baik kita langsung masuk pada tema, kisaran satu bulan lalu tepatnya pada bulan November 2021 perusahaan milik Anas yaitu PT. Pasukan Jembuk – Jembuk melakukan mutasi jabatan, dan hari yang menegangkan penuh kegelisahan dirasakan oleh semua pegawai dibawah perusahaan tersebut

    Selain manajer dan sekretaris yang gelisah karena takut posisi dan jabatannya hilang atau tidak mendapatkan jabatan yang strategis lagi, kang Mamat juga dipusingkan oleh telepon miliknya yang terus berdering. Manajer dan sekretaris yang gelisah karena takut digeser jabatannya terus melakukan kordinasi dengan kang Mamat.

    Baca juga :  TRC PPA Bersama FOSKAPDA Kembali Bagikan Tas Sekolah

    Kang Mamat pun menemui langsung para manajer dan sekretaris. Pertemuan yang berlangsung hangat di salah satu rumah makan itu membahas tentang negosiasi harga kursi jabatan.

    Sengkuni, sang manajer yang gemar mencari muka

    Sengkuni merupakan salah satu manajer dari perusahaan Jembuk – Jembuk yang gemar mencari muka dihadapan Anas. Berbagai cara Sengkuni lakukan diantaranya dengan mengoreksi pembukuan manajer dan sekretaris lain yang tidak dibawah naungannya.

    Sengkuni giat mengontrol pengeluaran dan pemasukan dari manajer dan sekretaris lain, semisal Sengkuni bertanya ” hei pak manajer dan sekretaris, bagaimana penjualan produkmu bulan ini, kemana saja kamu jual, dan siapa saja yang sering borong produk perusahaan.

    Usut punya usut, Sengkuni rupanya Sengkuni ingin mendapat jabatan yang lebih tinggi lagi. Hal yang tidak mengenakan juga ia tunjukan saat ada rapat oleh seluruh manajer dan sekretaris PT. Pasukan Jembuk – Jembuk. Sengkuni menyelonong di selah rapat berlangsung dan ia menunjukan hasil kinerja manajer dan sekretaris lain pada pucuk pimpinan padahal itu bukan tugas Sengkuni.

    Baca juga :  FOSKAPDA: Surat Edaran Sekda dan Program Bupati Harus Segera Terealisasi

    Dengan kelakuan Sengkuni, tak sedikit manajer dan sekretaris yang risih dan mengeluh, namun tak berani mengungkapkan langsung kepada pucuk pimpinan perusahan. Usut punya usut, Sengkuni membawa bawa nama adik dari Anas yaitu cak Anom untuk menjalankan bisnis pengadaan ban mobil beserta onderdilnya.

    Tunggu kelanjutan dari berita yang menarik untuk dibaca ya. Semua ini hanya opini, mohon maaf jika ada kesamaan nama dan peristiwa. (Oleh Veri Kurniawan – Pendiri Puskapda Veri Kurniawan S.ST)

    Reporter : Nuriyah Muzayyin
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan