Kamis, 2 Desember 2021
25 C
Surabaya
More
    EkbisGubernur Khofifah, Expor Dalam Negeri Jatim Surplus Rp173 Triliun

    Gubernur Khofifah, Expor Dalam Negeri Jatim Surplus Rp173 Triliun

    SURABAYA (WartaTransparansi. com)Gubernur Jawa Timur meraih penghargaan sebagai Tokoh Aktif Pendorong Peningkatan Perdagangan Antar Provinsi dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) di Exhibition Hall Convex Grand City Surabaya, Kamis (25/11).

    Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum KADIN Indonesia Arsjad Rasjid kepada Gubernur Khofifah dalam rangkaian Pembukaan Pameran Produk Unggulan Bangga Buatan Indonesia INAPRO Expo 2021.

    Atas penghargaan tersebut, Khofifah mengucapkan terima kasih kepada Kadin Indonesia, Kadin Jatim dan seluruh stakeholder yang tetap pro aktif mendorong sektor perdagangan meski ditengah situasi pandemi.

    “Terima kasih Kadin dan seluruh stakeholder atas energinya yang banyak memberikan support bagi kami yang ada di Provinsi Jatim. Lebih banyak memberikan kepada seluruh pergerakan perdagangan termasuk untuk UMKM di Jatim,” kata Khofifah.

    Khofifah mengatakan, meskipun ekspor luar negeri Jawa Timur masih mengalami defisit Rp49 Triliun, akan tetapi ekspor dalam negeri surplus Rp173 Triliun. Ini artinya, pasar dalam negeri masih menjadi potensi yang sangat kuat bagi Jatim.

    Baca juga :  Gubernur Ungkap Neraca Perdagangan Tunisia di Jatim Turun

    “Alhamdulillah investasi dalam negeri di Jatim selalu tertinggi. Provinsi Jatim ini suasananya mendukung tumbuh kembang ekonomi yang produktif dan kondusif atas dorongan masyarakat yang solid , kreatif dan solidaritas yang tinggi,” imbuhnya.

    “Pemprov Jatim saat ini memiliki 25 Kantor Perwakilan Dagang (KPD) di berbagai provinsi. Pemprov Jatim juga melakukan misi dagang ke provinsi lain,” jelas gubernur perempuan pertama di Jatim itu.

    Menurut Khofifah, dalam mendorong roda perdagangan antar provinsi, perlu menemukenali potensi pasar yang dimiliki baik dalam maupun luar negeri. Sehingga ketika terdapat misi dagang maka tidak sekedar pertemuan penjual dan pembeli tetapi juga investasi serta tidak kalah pentingnya saling menemukenali potensi yang dimiliki antar wilayah.

    “Dalam waktu dekat, Jatim akan melakukan misi dagang ke Ambon. Tahun depan jika situasi Covid-19 terus melandai maka akan dilakukan misi dagang ke 12 titik,” paparnya.

    Baca juga :  Ketua Komisi Xl DPR Setujuhi RATBI Sebesar Rp28,417 triliun.

    Pada kesempatan yang sama, Khofifah juga memaparkan skala ekonomi Provinsi Jatim yang notabene adalah terbesar kedua di Indonesia. Hingga triwulan III Tahun 2021, kontribusi Jatim terhadap PDB nasional mencapai 14,54%. Sementara kontribusi Jatim terhadap konstelasi se-Jawa mencapai 25,33%.

    Sementara itu, Ketum KADIN Indonesia Arsjad Rasjid menilai, Gubernur khofifah sangat aktif dan bersinergi mendorong peningkatan perdagangan antar provinsi. Peningkatan ekspor dalam negeri terus konsisten terus dilakukan hingga akhir tahun

    Seusai membuka Pameran INAPRO Expo 2021, Gubernur Jatim bersama Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional
    Kemendag RI Didi Sumedi, Ketua Umum KADIN Indonesia Arsjad Rasjid, Ketua KADIN Jatim Adik Dwi Putranto meninjau beberapa stand dari berbagai daerah juga stand Bank Indonesia, Bank Jatim, Kadin Indonesia, dan sebagainya.

    Baca juga :  Gubernur Ajak Belanda Kerjasama Sistem Pengelolaan Air

    Selanjutnya juga dilakukan pelepasan ekspor Kopi Arabica Luwak Ijen (roasted coffee) dari PT. Erefindo Jaya Indonesia sebanyak 2,5 Ton ke Fuzhou, China. Sebagai informasi, Pameran yang bertajuk “Local Product To Global Market” diselenggarakan pada tanggal 25-28 November 2021 diikuti sebanyak 97 stand.

    Sementara itu Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Sahat Tua Simanjuntak yang hadir dalam pembukaan Pameran menilai bahwa pameran UMKM yang digelar Kadin Jawa Timur sangat positif dalam rangka mempercepat pemulihan ekonomi baik nasional maupun regional Jawa Timur.

    Terlebih lagi Pameran ini adalah event besar di akhir tahun 2021. Jadi ini langkah tepat diambil Kadin Jawa Timur. Selain itu pameran UMKM juga memperkuat market sehingga pameran banyak memberikan manfaat bagi pelaku UMKM.

    “Ada dua hal penting dari pameran ini, pertama kemudahan akses market dan permodalan. Dan ini menjadi pertanda kebangkitan ekonomi Jawa Timur pasca Pandemi Covid-19,” kata Sahat Tua Simanjuntak singkat. (guh/min)

    Reporter : Teguh Safrianto
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan