Selasa, 30 November 2021
25.6 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSidoarjoMenjalin Indonesia, Meretas Jalan Kepahlawanan Tabrani

    Menjalin Indonesia, Meretas Jalan Kepahlawanan Tabrani

    Menjalin Indonesia, Meretas Jalan Kepahlawanan TabraniSURABAYA (WartaTransparansi.com) Sosok pemuda hebat bermartabat ketika usia 22 tahun, memimpin sidang Kongres Pemuda I 30 April – 2 Mei 1926, dan mengusulkan sebagai gagasan bahasa Indonesia, sungguh sayang seribu sayang kurang dikenal.

    Padahal, Mohammad Tabrani Soerjowitjitro, kelahiran 10 Oktober 1904 mematahkan salah satu usulan Moh Yamin ketika mengusung konsep Sumpah Pemuda. Dimana bahasa persatuan dengan usulan bahasa Melayu, diubah menjadi bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

    Dr M Abdul Khak M.Hum, Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten dan Pamekasan dan Pemeringan Provinsi Jawa Timur mengambil alih inisiatif dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, untuk mengusulkan Tabrani sebagai Pahlawan Nasional.

    Tema besar Menjalin Indonesia, lanjut Abdul Khak, berarti menjalin Indonesia dari Jawa Timur, dengan mengusulkan Tabrani menjadi Pahlawan Nasional karena penggagas bahasa Indonesia dan pencetus Kemerdekaan RI.

    Baca juga :  Dukung Kolaborasi Ulama-Umaro, Gus Muhdlor Siap Kucurkan Dana Hibah Rp 17 M ke PCNU Sidoarjo

    “Dan bahasa Indonesia, kini
    menjadi perekat yang sangat mengikat Indonesia.
    Sebagai bangsa yang besar harus selalu menghargai para pahlawan,” katanya pada saat pengantar “Meretas Jalan Kepahlawanan M Tabrani, Penggagas Bahasa Persatuan Indonesia”, secara virtual di Hotel Fave Sidoarjo, Jumat (22/10/2021).

    Abdul Khak menegaskan, kepahlawanan Tabrani tidak pernah terlena hal-hal yang bersifat duniawi, dan setelah tercapai kita semua nikmati bersama. “Itulah Tabrani tokoh visioner menjadi pengikat kita karena bahasa Indonesia,” tandasnya.

    Menurut dia, usulan Tabrani menerbitkan bahasa Indonesia,
    mampu mempersatukan perbedaan agama,
    suku, RAS, tidak sampai terjadi pertumbuhan darah

    “Butir ketiga Sumpah Pemuda menguatkan kita bahasa Indonesia bahasa persatuan.
    Mari kita kuatkan dengan menghargai pencetus bahasa Indonesia menjadi pahlawan Nasional,” ujar Abdul Khak.

    Baca juga :  Dukung Kolaborasi Ulama-Umaro, Gus Muhdlor Siap Kucurkan Dana Hibah Rp 17 M ke PCNU Sidoarjo

    Ia menjelaskan, jika pada awal tahun sempat menginisiasi
    ke Madura dengan sosialisasi ke Kabupaten Pamekasan, maka sekarang Pemekasan dan Pemprov Jatim, segera mengambil alih mengusulkan Tabrani menjadi pahlawan nasional.

    Sebagai bangsa yang menghargai jasa Pahlawan, pencetus bahasa Indonesia Tabrani sangat berjasa dalam mencetuskan bahasa Indonesia.
    “Kami mendorong betul agar segera memperjuangkan menjadi Pahlawan Nasional”.

    Diskusi dengan pembicara Dr Asrip Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Hikmah Bafaqih M.Pd Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Dr Alwi Kepala Dinas Sosial Pemprov Jatim (diwakilkan) dan Djoko Tetuko Ketua Dewan Kehormatan PWI Jatim, sepakat mengawal dan memperkuat proses mengusulkan Tabrani menjadi Pahlawan Nasional.

    Bahkan, dengan naskah akademik dan sejumlah dokumen perjuangan menegas bahasa Indonesia, Hikmah Bafaqih menyatakan untuk segera mengirim surat resmi meluruskan sejarah bahasa Indonesia, karena selama ini tidak menyebutkan jika Tabrani sebagai pencetus dan penggagas.

    Baca juga :  Dukung Kolaborasi Ulama-Umaro, Gus Muhdlor Siap Kucurkan Dana Hibah Rp 17 M ke PCNU Sidoarjo

    Djoko Tetuko menegaskan bahasa sebagai penggagas bahasa Indonesia dan mewujudkan pada media ketika jaman penjajahan, juga patut mendapat gelar kehormatan sebagai Bapak Bahasa Jurnalis Indonesia. “Kalau media tidak menggunakan bahasa Indonesia, sudah pasti tidak mampu menyebar secara nasional,” katanya. (Nuriya Maslahah)

    Reporter : Nuriyah Maslaha
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan