Selasa, 26 Oktober 2021
29 C
Surabaya
More
    OlahragaDiwarnai Insiden Gigit Pinggang, Pegulat Jatim Sumbang Tiga Medali

    Diwarnai Insiden Gigit Pinggang, Pegulat Jatim Sumbang Tiga Medali

    MERAUKE (WartaTransparansi.com) – Jika di dunia tinju ada insiden gigit kuping, di cabang olahraga gulat ada insiden gigit pinggang. Ini terjadi di arena gulat PON XX Papua 2021 di GOR Futsal Dispora Merauke, Ravu (13/10/2021).

    Meski begitu, tiga pegulat andalan Jawa Timur masih bisa meraih tiga medali. Medali emas diraih Hasan Sidik dari Gaya Grego Roman kelas 60 kg setelah menumbangkan pegulat Kalimantan Timur.

    Emas yang disumbangkan Hasan Sidik juga membuat tim gulat Jatim memenuhi targetnya, yakni enam medali emas.

    Bertarung di kelas 60 kg, Hasan Sidik tidak banyak menemui kesulitan untuk merebut medali emas saat mengalahkan Suparmanto pegulat Kaltim di final dengan skor 5-2 setelah bermain dua babak penuh. Sehingga pegulat kaltim harus puas dengan medali perak. Perunggu di kelas 60 kg ini untuk pegulat Jawa Barat Hamdian Rachmat.

    Baca juga :  Lapangan Latihan dan Gizi Pemain Harus Diprioritaskan

    Usai pertandingan pegulat yang kini sudah berusia 32 tahun ini mengaku senang dengan apa yang didapat pada PON XX Papua kali ini. Sebab ini adalah medali emas kedua bagi Hasan Sidik selama mengikuti PON termasuk PON XIX 2016 Jabar.

    “Alhamdulillah, PON kali ini masih diberi kesempatan untuk mempersembahkan medali emas untuk Jawa Timur. Ini merupakan emas kedua setelah PON XIX-2016 Jabar. Sebelumnya, di PON XVIII dan PON ke XVII hanya menyumbang medali perak dan perunggu,” terang pegulat berusia 32 tahun ini.

    Sayangnya sukses Hasan Sidik tidak diikuti dua pegulat Jatim Supriyono dan Arief Suryo Wijoyo.

    Supriyono hanya bisa menyumbang medali perak, sedangkan medali emas “diserahkan” kepada pegulat Andhika, Kalimantan Timur.

    Baca juga :  Lapangan Latihan dan Gizi Pemain Harus Diprioritaskan

    Untuk diketahui, partai final antara Supriyono dan Andhika tidak dipertandingkan oleh panitia. Tim Jatim memilih tidak main atau mundur.

    Penyebabnya, karena saat Supriyono tampil di partai semifinal berhadapan dengan pegulat Papua, terjadi insiden memalukan yang dilakukan oleh pegulat tuan rumah. Pinggang atas bagian kiri Supriyono digigit hingga luka cukup parah. Meski mendapat gigitan, Supriyono tetap berhasil mengalahkan Papua di detik-detik terakhir dan berhak masuk final.

    Mengingat luka gigitan yang dialami Supriyono cukup parah dan berpengaruh besar pada kekuatan urat bagian kiri, demi kebaikan sang atlet, pelatih gulat Jatim pun tidak menurunkannya, dan menyerahkan medali emas kepada Kalimantan Timur.

    Sementara satu pegulat Jatim lainnya yakni Arief Suro Wijoyo hanya mampu meyumbang medali perunggu setelah mengalahkan pegulat Bengkulu, Tri Wahono. **

    Reporter :
    Penulis : Wetly
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan