“Saya senang banget bisa turun berpasangan dengan kakak (Emilia). Harapan saya di nomor ganda bola 9 ini tentu saja merebut medali emas,” kata Annabelle yang mengaku sempat grogi saat kali pertama turun di perorangan bola 10.
Demikian juga sang kakak, Emilia. Akhirnya, di nomor ini mereka gagal mempersembahkan medali buat kontingen Jatim.
“Waktu main di bola 10 itu aku mainnya kayak bukan tusukanku. Jadi, setiap main langsung kalah,” aku pelajar SMA kelahiran 2004 di Pasuruan ini.
Kendalanya, menurut Annebelle, cuma di ban aja. Selain itu juga baru awal tampil di PON. “Padahal lawannya sama, ya gitu-gitu aja. Kayak di pra-PON. Kita juga sudah saling mengenal tusukan lawan. Cuma kayak beda aja waktu di lapangan tanding,” ujarnya.
Namun, kini Annabelle dan Emilia fokus menghadapi pertandingan di nomor ganda bola 9 putri. “Doakan saja semoga berhasil membawa pulang medali emas,” pungkasnya. **





