Rabu, 20 Oktober 2021
27 C
Surabaya
More
    Jawa TimurBanyuwangiBayar 250 Ribu Harap Dapatkan Bantuan Sapi, Ternyata...

    Bayar 250 Ribu Harap Dapatkan Bantuan Sapi, Ternyata…

    BANYUWANGI (WartaTransparansi.com) – Berharap mendapatkan bantuan ternak sapi dari pemerintah, sejumlah warga di Desa Kluncing, Kecamatan Licin, Banyuwangi mengaku diminta setorkan uang Ratusan Ribu kepada seorang berinisial W.

    Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kepada awak media bahwasanya oknum berinisial W menawarkan program bantuan ternak sapi dari pemerintah dan ada sekitar 60 orang warga yang antusias untuk dapat program bantuan itu. Akan tetapi W meminta warga menyetorkan sejumlah uang untuk syarat jika ingin mendapat bantuan ternak sapi dari pemerintah.

    “Sekitar bulan Februari – Maret 2021 lalu, waktu itu saya didatangi oleh W. Saya ditawari bantuan ternak sapi dari Pemerintah dengan syarat harus bayar Rp. 250 ribu. Informasinya ada 60 warga yang bayar,” kata pria paruh baya yang enggan disebutkan namanya tersebut, Kamis (16/9/2021).

    Banyak warga yang tergiur dengan tawaran W. Bagaimana tidak? Hanya dengan uang Rp. 250 ribu, dia bisa mendapatkan sapi yang harganya berjuta-juta. Warga pun sampai rela pinjam uang agar dapat membayar setoran wajib calon penerima bantuan ternak sapi tersebut.

    Baca juga :  Pemerintah Banyuwangi Serahkan 8 Kapal Fiber untuk Nelayan

    “Katanya sih untuk biaya proposal. Saya bayar Rp. 250 ribu, KTP saya juga diambil W untuk didata,” ucapnya.

    Namun, sampai hari H yang telah dijanjikan, bantuan ternak sapi itupun tak kunjung datang, bahkan hingga lewat berbulan-bulan. Para warga itupun, kini hanya bisa harap – harap cemas. Impian mereka untuk memiliki sapi pun terancam kandas.

    “Dijanjikan bulan enam (Juni 2021) lalu, Sapi datang. Tetapi sampai sekarang belum datang,” terangnya.

    Hal serupa juga dikatakan warga lain yang ikut dalam program bantuan ternak sapi tersebut. “Saya juga bayar Rp. 250 ribu. Perjanjiannya, jika sapi datang kita rawat sampai punya anak. Lalu, anaknya kita setorkan kembali ke Pemerintah, sedangkan induknya jadi milik kami,” kata warga lain yang juga enggan disebutkan namanya tersebut.

    Saat dikonfirmasi oknum berinisial W Melalui sambungan telepon selulernya, W mengaku hanya mendapatkan perintah menarik uang Rp. 250 ribu kepada 60 orang warga setempat yang ingin mendapatkan bantuan ternak sapi tersebut.

    Baca juga :  Pemerintah Banyuwangi Serahkan 8 Kapal Fiber untuk Nelayan

    “Lebih jelasnya, langsung saja ke Kepala Desa (Kluncing). Saya hanya diperintah jalan saja,” jawabnya.

    W menambahkan jika uang yang dikumpulkannya tersebut, dia kasihkan kepada seseorang yang katanya bertugas untuk mengawal proposal bantuan ternak sapi tersebut. Bahkan, untuk 60 orang warga yang mengharapkan bantuan ternak sapi itu, dibuatkan dua proposal dengan mengatasnamakan dua nama kelompok tani.

    “Itu ada kwitansinya, yang megang Kepala Desa (Kluncing). Pengawal proposal juga sanggup mengembalikan semua uang tersebut jika bantuan sapi tidak kunjung datang. Lebih jelasnya lagi tanya ke Kepala Desa,” terangnya.

    Sementara itu Kepala Desa Kluncing Sumawi saat dikonfirmasi terkait adanya setoran wajib dalam program bantuan ternak sapi itupun, langsung membantah keras jika dia tidak menerima uang tersebut, dan tak terlibat dengan program bantuan ternak sapi itu.

    Baca juga :  Pemerintah Banyuwangi Serahkan 8 Kapal Fiber untuk Nelayan

    “Gak ada. Tidak ada uang. Termasuk saya, baik link saya atau lewat saya. Kalau orang orang itu mau lewat kelompok itu urusan orang orang itu. Karena proposalnya bukan saya yang bawa tetapi ada yang ngawal, dan itu di luar saya,” kata Sumawi dengan nada keras penuh emosi.

    Menurutnya, program bantuan ternak sapi itu ada seseorang yang akan mengawal proposal tersebut dan akan dimintakan ke kementerian pusat, bukan ke Dinas pertanian dan pangan Kabupaten Banyuwangi.

    ” Ya ke Kementerian, di Kabupaten (Banyuwangi) tidak ada program itu,” katanya.

    Dia pun tidak melarang media ini untuk menulis terkait program bantuan ternak sapi yang telah meminta sejumlah uang ke warganya tersebut. Namun ia malah mencoba menakuti wartawan yang saat itu mewawancarai dirinya dengan mengancam akan melaporkan media tempatnya bernaung.

    “Silahkan tulis, yang penting sampeyan punya data. Karena saya nanti akan gugat media anda,” katanya dengan suara lantang. (yin)

    Reporter : Nur Muzayyin
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan