Selasa, 21 September 2021
26 C
Surabaya
More
    Jawa TimurBanyuwangiHelmi Rosyadi : Ada Dugaan Pembiaran Galian C Ilegal Beroperasi Di Banyuwangi

    Helmi Rosyadi : Ada Dugaan Pembiaran Galian C Ilegal Beroperasi Di Banyuwangi

    BANYUWANGI (WartaTransparansi.com) – Banyaknya tambang galian C ilegal yang masih beroperasi di Banyuwangi membuat geram Ketua Umum Dewan Pimpinan Kolektif Aliansi Rakyat Miskin (DPK – ARM) Banyuwangi Muhammad Helmi Rosyadi dengan mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) segera melakukan penutupan seluruh tambang galian C ilegal.

    Menurut ia dengan tetap beroperasinya tambang galian C ilegal tersebut dinilai sebagai bentuk pembiaran aparat terhadap kejahatan lingkungan dan pencurian kekayaan negara. Ada apa kok masih dibiarkan tetap beroperasi, itu kan sebuah bentuk pembiaran kejahatan lingkungan dan pencurian kekayaan negara,” kata Helmi Sapaan akrab Ketua Umum DPK – ARM Kabupaten Banyuwangi, Rabu (16/06/2021).

    Dengan masih banyaknya tambang galian C yang tetap beroperasi, kata Helmi telah mengancam ketentraman masyarakat Banyuwangi. Tudingan tersebut bukan tanpa alasan, dari hasil penelusuran ARM bersama Lingkar Studi Kerakyatan (LASKAR) serta Gerakan Buruh dan Rakyat Anti Korupsi (GEBRAK) didapati adanya praktik intimidasi terhadap warga sekitar lokasi tambang pasir tak berizin.

    Baca juga :  Tumpas Narkoba Semeru 2021, Polresta Banyuwangi Peringkat 3 Se – Polda Jatim

    “Apa dikira masyarakat tidak menolak keberadaan tambang pasir ilegal di wilayahnya, mereka menolak sebenarnya. Tapi mereka takut, karena ada ancaman. Dan kami punya datanya,” tandas Helmi.

    Dalam penelusuran terkait pertambangan galian C ilegal Banyuwangi di tingkat Provinsi, kumpulan LSM ini mengaku mendapati bukti yang mencengangkan. Yaitu, hampir seluruh tambang galian C di Jawa Timur, sudah tutup. Namun di Bumi Blambangan, sebutnya, hingga kini masih beroperasi seperti kebal hukum.

    “Di Jawa Timur, seluruh tambang galian C ilegal itu sudah tutup, pertanyaan kami, kenapa di Banyuwangi, masih tetap bebas beroperasi. Seharusnya Polisi harus bersikap tegas,” ujar Helmi.

    Merasa ada yang tidak beres dalam penegakan supremasi hukum, khususnya mengenai praktik galian C ilegal, ARM telah melayangkan surat kepada Kapolresta Banyuwangi, Kapolda Jatim, Kapolri dan Kompolnas. Isinya, mereka mendesak operasi tambang galian C tak berizin harus segera ditutup.

    Baca juga :  Bayar 250 Ribu Harap Dapatkan Bantuan Sapi, Ternyata…

    “Dalam surat kita juga menyebut bahwa dengan leluasa nya penambangan pasir ilegal di Banyuwangi, kami menduga aparat penegak hukum telah menerima gratifikasi,” pungkasnya. (*)

    Reporter : Nur Muzayyin
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan