Selasa, 21 September 2021
26 C
Surabaya
More
    OpiniTajukDiplomasi Bung Karno, Makam Bukhori dan Penghargaan Rusia untuk Megawati
    Oleh : Djoko Tetuko, Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

    Diplomasi Bung Karno, Makam Bukhori dan Penghargaan Rusia untuk Megawati

     

    Memang bukan sekedar kebetulan, tetapi sebuah kebenaran bahwa di antara tanggal bersejarah 6 Juni 1901 kelahiran Soekarno, 1 Juni 1945 Soekarno muda mencetuskan dan melahirkan Pancasila, dan 16 Juni 1970 wafatnya Sang Presiden. Pemerintah Federasi Rusia lewat keputusan Presiden Vladimir Putin memberikan
    penghargaan Order of Friendship kepada Presiden RI perempuan pertama, Megawati Soekarnoputri.

    Penghargaan itu tidak lepas dari strategi diplomasi Bung Karno ketika menjalin kekuatan Non Blok, mencetuskan gagasan Konferensi Asia-Afrika, menggelar event olahraga Ganefo. Hubungan dirajut kembali ketika Presiden RI ke 5, Megawati Soekarnoputri mendapat kepercayaan dan amanat memimpin bangsa dan negara Indonesia.

    Salah satu diplomasi Bung Karno, ialah merawat dan membangun makam Imam Bukhori. Kisah itu berawal dari pemimpin Uni Soviet Nikita Khrushchev mengundang Presiden Soekarno berkunjung ke negaranya. Atas undangan itu, Sang Presiden, tidak serta merta menerima. Tetapi memberikan syarat untuk menemukan makam perawi (periwayat Hadits atau As-sunnah). Apalagi, waktu itu Uni Soviet dan Amerika Serikat sedang berebut pengaruh.

    Baca juga :  Hebat Bermartabat Kota Pahlawan Zona Kuning dan Level1

    Presiden Soekarno dengan cendik sebagai penganut Non Blok, supaya menjaga independen sebagai pemimpin dunia tidak blok kanan dan blok kiri,mengajukan syarat kepada Khrushchev, bersedia datang jika didahului ziarah ke makam Imam Bukhari di Samarkand, Uzbekistan. Khrushchev. Diplomasi berjalan alot karena Uni Soviet sedang kuat-kuatnya pengaruh komunis. Tetapi semua berakhir manis.

    Cerita itu tetap bertahan hingga kini, bahkan disebut sebagai salah satu sumbangan penting Soekarno untuk umat Muslim dunia.

    Bahkan, Diplomat Kementerian Luar Negeri Sigit Aris Prasetyo yang pernah mendapat tugas riset di Uzbekistan pada 2016 mengaku, Soekarno sangat dikenal oleh para pemuka Islam Samarkand. Saat bertugas di Uzbekistan ia sempat mengunjungi makam perawi hadis kelahiran Bukhara 810 Masehi itu dan mendapat cerita soal jejak Sukarno di sana.

    Baca juga :  Waspadalah! Kekuatan Kontingen PON Buram dan Performance Atlet Turun

    Ketika berdialog dengan salah satu pemuka Islam di sana, beliau juga menekankan jasa-jasa Soekarno dalam pembangunan makam itu saat berkunjung ke Uni Soviet. Sebagaimana ditulis pada buku Dunia dalam Genggaman Bung Karno (2017).

    Rabu (2/6/2021),
    Presiden RI kelima Megawati Soekarnoputri tidak bisa menahan haru ketika menjadi orang Indonesia pertama menerima penghargaan Order of Friendship dari Pemerintah Federasi Rusia lewat keputusan Presiden Vladimir Putin.

    Respon itu hadir tatkala Ketua Umum DPP PDI Perjuangan itu teringat dengan sang ayahanda.
    “Sungguh sebuah hari yang membahagiakan saya mendapat kehormatan ini,” kata Megawati dengan suara tercekat ketika menerima penghargaan dari Rusia yang diwakili oleh Dubes Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva di kediamannya di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat.

    Baca juga :  Tiga Fokus PMI Jatim Perkuat Kehidupan Normal Baru

    Soekarno bukan saja Sang Presiden dengan diplomasi ulung, dengan pidato berapi-api seperti singa podium, dengan kesantunan menjaga umat Islam dunia dengan pohon Soekarno di Arafah dan lintasan Sai begitu indah juga syar’i. Juga memakmurkan makam Imam Bukhori. Tetapi menanamkan benih dengan kebaikan dan kebenaran, sehingga hari ini pun pewaris Bung Karno masih menerima buah dari panen masa lalu itu.

    Semoga penghargaan buat Sang Mega Presiden, secara Istiqomah melahirkan kebaikan dan kebenaran sebagaimana tanaman Sang Presiden, Bung Karno.

    “Barang siapa menceritakan dan mengenang jasa orang-orang, senantiasa rahmat dari Allah SWT turun dari berbagai penjuru”.

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan