Senin, 21 Juni 2021
26 C
Surabaya
More
    Pojok TransparansiJalan Tunjungan Tinggal Kenangan

    Jalan Tunjungan Tinggal Kenangan

    Oleh : Djoko Tetuko, Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

    Refleksi HJKS ke 728 (1)

    Kota Surabaya memasuki hari jadi ke 728, perlu merawat kembali sejarah masa lalu  (sejarah kuno) hingga sejarah masa kini dengan berbagai perubahan dan kemampuan mewujudkan sebagai Kota Pahlawan, Kota Pelabuhan, Kota Taman, Kota Santri, dan sebutan lain.

    Tetapi bahwa perubahan Kota Surabaya, sudah mampu memaknai sebuah perubahan besar tidak dapat dipungkiri. Hanya saja jalan legendaris dengan lagu sangat populer “Rek Ayo Rek..! Mlaku mlaku Nang Tunjungan”, dengan ajakan sebagai pusat keramaian dan perdagangan, kini bergeser ke Mall dan kota baru di pinggiran.

    Jalan Tunjungan dengan berbagai upaya mempertahankan bangunan bersejarah, merawat dan memelihara kembali, ternyata tetap saja tidak ramai seperti dulu. Tunjungan seperti digambarkan dalam lagu itu seperti tinggal kenangan.

    Baca juga :  Di Tengah Covid, Pesantren Menjaga Budaya Belajar (bagian 3 Tamat)

    Magnit “Siola” sekarang berubah fungsi menjadi Mall Pelayanan Publik Terpadu, magnit toko-toko masa lalu dengan barang jualan lebih modern, sudah hilang ditelan zaman. Hanya sejarah tinggal tiang bendera Hotel Yamato sebagai saksi bisu peperangan 10 November dengan merobek kain bendera biru Belanda beserta Hotel Majaphit (dulu, Hotel Yamato), tetap masih menjadi kebanggaan generasi masa kini.

    Oleh karena itu, menjaga ciri khas Kota Surabaya sebagai (Kota Pahlawan, Kota Pelabuhan, Kota Kesenian Khas, Kota Taman, Kota Santri –cikal bakal– kelahiran Hari Santri Nasional. Maka memerlukan “Tim Khusus” mencatat hiruk pikuk sejarah Kota Surabaya, kemudian membuat museum terpadu sebagai ikon wisata sekaligus menjaga budaya dan tradisi apa saja di antara kejayaan Kota Surabaya. (Jt/bbs/bersambung)

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    Berita Menarik Lainya

    Terkini

    Jangan Lewatkan