Senin, 21 Juni 2021
32 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaTahun 2022, Wali Kota Eri akan Ubah Wajah Surabaya

    Tahun 2022, Wali Kota Eri akan Ubah Wajah Surabaya

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Kota Surabaya memasuki usia ke 728 tahun, Senin (31/5/2021). Di usia lebih dari tujuh abad itu, transformasi pembangunan di Kota Pahlawan ini tak lepas dari tangan dingin para pemimpin di setiap masanya.

    Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi pun mengungkapkan,  salah satu gambaran wajah pembangunan Kota Surabaya ke depan. Menurutnya, karena Surabaya tergolong sebagai kota jasa, maka harus ada tempat-tempat yang strategis untuk bisa menggerakkan ekonomi.

    Bagi Eri, untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, tak hanya dilakukan dengan cara memberikan peluang kepada para investor besar. Tapi, bagaimana bisa menggerakan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Surabaya.

    “(Menggerakkan) ekonomi, tidak hanya kita memberikan peluang kepada investor yang besar-besar. Tapi, bagaimana menggerakkan ekonomi ini juga bisa dari UMKM yang kita bina. Inilah wajah Kota Surabaya (ke depan),” katanya, Minggu (30/5/2021).

    Baca juga :  Komitmen Surabaya Bantu Posko Penyekatan Pemkab Bangkalan

    Untuk itu, langkah yang harus dilakukan adalah bagaimana menciptakan sebuah tempat baru di Surabaya yang bisa bermanfaat dan memberikan impact besar bagi pelaku UMKM. Artinya, tempat tersebut sebagai salah satu bentuk investasi yang dapat berimpact terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat.

    “Bukan infrastruktur yang memang harus tampak, tetapi tidak langsung menyentuh ke masyarakat. Tapi, kita harus membuat sesuatu yang baru, investasi yang baru dan itu bisa menarik masyarakat yang bekerja di sana,” jelasnya.

    Meski demikian, terobosan yang bakal dilakukannya ini tentu dibutuhkan sebuah akses dukungan transportasi. Makanya, Eri menyatakan, bahwa Pemkot Surabaya saat ini tengah fokus menyediakan akses transportasi massal.

    “Karena memang saat ini kita fokus ke transportasi massal,” ungkapnya.

    Baca juga :  Penyekatan Suramadu Bukan Diskriminasi, Justru Kepedulian Surabaya untuk Warga Madura

    Terobosan lain yang sedang disiapkan adalah, bagaimana menyiapkan sebuah tempat yang dapat menjadi pusat jujukan kegiatan masyarakat. Misalnya, dalam bidang olahraga, lokasi yang dipilih adalah kompleks Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).

    Nah, di kompleks tersebut, tentu harus ada beberapa variable pendukung. Seperti, untuk lintasan lari atau fasilitas olahraga pendukung lainnya. Maka, secara otomatis di kompleks tersebut juga terbentuk rumah-rumah makan serta kafe.

    “Nah, wajah Surabaya (akan) kita ubah seperti itu. Jadi investasi yang masuk, sesuatu yang dibangun oleh pemerintah itu adalah yang bisa menunjukkan bahwa  warga Surabaya tidak ada lagi yang tidak bisa bekerja,” ujar Alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya ini.

    Baca juga :  Angka Positif Covid-19 di Surabaya Merangkak Naik 

    Di samping itu, salah satu fokus rencana ke depan Eri adalah berkaitan dengan restorasi pasar tradisional. Rencananya, di tahun 2022 mendatang, Pemkot Surabaya memiliki planning dengan menjadikan beberapa pasar sebagai percontohan prioritas.

    “Jadi, dia (pasar) tetap menjual kebutuhan pokok, sayur, beras dan sebagainya. Tapi bentuknya dia menjadi pasar yang bersih, kayak supermarket, ada trolinya. Itu sedang kita bentuk sekarang. Insya Allah kita akan terapkan di tahun 2022,” imbuhnya. ***

    Reporter : Wetly
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi

    Berita Menarik Lainya

    Terkini

    Jangan Lewatkan