Senin, 21 Juni 2021
24 C
Surabaya
More
    EkbisVaksin Gotong Royong dan Harapan Industri Lebih Produktif

    Vaksin Gotong Royong dan Harapan Industri Lebih Produktif

    JAKARTA (WartaTransparansi.com) – Presiden Joko Widodo meninjau danantau pelaksanaan vaksinasi covid-19 Gotong Royong untuk pekerja yang digelar perdana pada Selasa (18/5/2021).

    Pelaksanaan vaksinasi berlangsung di pabrik PT Unilever Indonesia, kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Vksinasi juga dilakukan sejumlah perusahaan melalui konferensi video.

    “Saya mengunjungi PT. Unilever yang bersama-sama dengan 18 perusahaan telah memulai Vaksinasi Gotong Royong. Jadi perusahaan-perusahaan memberikan vaksinnya kepada seluruh manajemen, karyawan dan pekerjanya, diberikan dengan gratis oleh perusahaan,” ujar Jokowi usai peninjauan.

    Pelaksanaan vaksinasi dengan skema ini terselenggara atas kerja sama pihak swasta yang dipelopori oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia dengan pemerintah terutama Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Kesehatan.

    “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada KADIN dan seluruh perusahaan yang sudah terlibat dalam proses Vaksinasi Gotong Royong pada hari ini dan nanti hari-hari selanjutnya,” ujarnya.

    Baca juga :  H Djunaedi Pengusaha Migas Dukung Munas Kadin di Kendari Sultra

    Dengan dilaksanakannya vaksinasi kepada para pekerja ini, Jokowi berharap produktivitas di sektor industri dapat segera pulih kembali. “Kita harapkan terutama perusahaan, pabrik, industri semuanya bisa berproduksi dalam suasana yang normal kembali,” ujarnya.

    Tak hanya itu, dengan adanya skema ini diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan vaksinasi nasional yang menargetkan 181,5 juta penduduk untuk mencapai kekebalan komunitas atau herd immunity.

    “Vaksin Gotong Royong pada tahapan pertama, kita telah mendapatkan 420 ribu (dosis) vaksin dan segera saya perintahkan untuk dilaksanakan di lapangan. Kita harapkan nanti kita akan mendapatkan suplai vaksinnya lebih banyak, sehingga proses Vaksinasi Gotong Royong ini bisa mempercepat target dari vaksinasi yang ingin kita lakukan,” ujarnya.

    Melalui program vaksinasi yang digulirkan pemerintah kepada masyarakat yang dilengkapi dengan program vaksinasi Gotong Royong, Presiden berharap cakupan vaksinasi dapat mencapai 70 juta penduduk pada bulan Agustus – September mendatang.

    Baca juga :  Antam Mengimpor Sesuai Prosedur, Standar LBMA Emas Ditandai Logo dan Nomor Seri

    Dengan tingkat cakupan vaksinasi yang tinggi dibarengi dengan upaya penanganan pandemi yang terus dilakukan, baik di sektor kesehatan maupun ekonomi, diharapkan kurva kasus Covid-19 akan terus menurun. Perekonomian nasional yang pada kuartal I-2021 masih kontraksi minus 0,74 juga diharapkan akan mencapai nilai positif, sejalan tren pembaikan yang ditunjukkan pada kuartal I.

    “Vaksinasi ini juga kita harapkan bisa memulihkan ekonomi kita. Dengan kerja keras kita semuanya, kita berharap kuartal yang kedua 2021 bulan April, Mei, dan Juni ini, (pertumbuhan ekonomi) kita sesuai dengan target, yaitu kurang lebih tujuh persen bisa kita capai, karena produksi di semua lini perusahaan, unit usaha semuanya bisa bergerak normal kembali,” tandas Jokowi.

    Vaksin Sinopharm Asal China
    Vaksinasi Gotong Royong merupakan vaksinasi kepada karyawan/karyawati, keluarga dan individu lain terkait dalam keluarga yang pendanaannya ditanggung atau dibebankan pada badan hukum/badan usaha.

    Baca juga :  H Djunaedi Pengusaha Migas Dukung Munas Kadin di Kendari Sultra

    Berdasarkan Permenkes Nomor 10 Tahun 2021, merek vaksin covid-19 yang digunakan dalam Vaksinasi Gotong Royong harus berbeda dari merek vaksin yang digunakan dalam vaksinasi program pemerintah.

    Vaksinasi Gotong Royong menggunakan vaksin Covid-19 asal China yaitu vaksin Sinopharm.

    Ketentuan vaksinisasi gotong royong ini diatur dalam keputusan Menteri Kesehtan Nomor HK.01.07/MENKES/4643/2021 dengan ketentuan harganya menurut Pemerintah per dosis sebesar Rp 321.660. Namun, harga ini tidak termasuk pajak pertambahan nilai (PPN).

    Sementara itu, untuk tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp 117.910 per dosis, tidak termasuk pajak penghasilan (PPh).

    Diketahui vaksin Sinopharm ini telah mendapatkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada 29 April 2021, dengan nomor EUA 2159000143A2. Vaksin ini memiliki efikasi sebesar 78 persen dan dapat diberikan kepada kelompok usia dewasa, mulai 18 tahun hingga lansia.

    Adapun penyuntikan vaksin dilakukan dua dosis dengan jarak 21 hingga 28 hari. ***

    Reporter : Wetly
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Menarik Lainya

    Terkini

    Jangan Lewatkan