Selasa, 22 Juni 2021
31 C
Surabaya
More
    Politik PemerintahanDPR Dorong Kesepakatan Terbaru Vaksin Nusantara

    DPR Dorong Kesepakatan Terbaru Vaksin Nusantara

    JAKARTA (WartaTransparansi.com) – Komisi IX DPR mengapresiasi kesepakatan terbaru di antara jajaran pemerintah soal pengembangan Vaksin Nusantara yang belakangan kerap jadi polemik. Kesepakatan itu, TNI AD, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) yang disaksikan oleh Kementerian Koordinator PMK.

    “Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pak Menko PMK,  yang atas inisiatifnya bisa mencari jalan keluar serta solusi terbaik dalam penyelesaian Vaksin Nusantara. Penelitian sel dendritik ini agar tetap dilanjutkan dengan memakai mekanisme yang benar sesuai aturan berlaku. Tentunya  melaksanakan kaidah-kaidah ilmiah,” kata Wakil Ketua Komisi IX, Melki Laka Lena, Selasa (20/4/2021).

    Bagi Komisi IX, hal ini adalah sebuah langkah maju dan baik demi melanjutkan penelitian sel dendritik lewat Vaksin Nusantara.

    Baca juga :  Bamsoet: Lockdown Regional Paling Riil Putus Penularan Covid-19

    Dan ini, terang dia, bisa menjadi salah satu kemungkinan penyelesaian pandemi Covid di tanah air atau bahkan dunia.

    Secara khusus, Melki mengatakan pihaknya ingin memberikan apresiasi kepada KSAD beserta seluruh jajaran, dan para pimpinan di RSPAD Gatot Soebroto, tim peneliti di RSUP dr Kariadi Semarang, Balitbangkes, dan Aivita Biomedical, Inc (USA). Semuanya telah bekerja membantu proses penelitian. Mereka terus bergerak maju di tengah kontroversi.

    “Kami juga ingin berterima kasih dan mengapresiasi para relawan yang sudah bersedia dan berkenan menjadi relawan dalam penelitian ini,” tukasnya.

    Penelitian Pengembangan Vaksin Nusantara

    Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin menyayangkan pengembangan Vaksin Nusantara untuk kepentingan vaksinasi massal dihentikan. Namun DPR mengapresiasi langkah Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang tetap melanjutkan pengembangan Vaksin Nusantara untuk penelitian.

    Baca juga :  Di Jatim, Ketua BPK Pusat Sebut Daerah Ini Berpredikat Tidak Wajar

    Menurut politisi Fraksi Partai Golkar itu, Vaksin Nusantara hendaknya terus dilanjutkan dan diiringi dengan publikasi ilmiah, baik nasional maupun internasional. Dengan adanya jurnal ilmiah, baik nasional dan juga internasional, maka semua pihak terkait bisa dan terbuka melakukan kajian-kajian.

    “Lanjutkan saja, sehingga bisa menghindarkan penilaian negatif. Tentu dibarengi dengan jurnal ilmiah agar publik juga mengetahui. Kalau hanya mengedepankan pendapat dan saran, maka tidak akan ketemu poinnya. Sekarang banyak kalangan tidak dalam kapasitas mengkaji sesuai keilmuan kesehatan tapi ikut berkomentar,” tegas Azis dalam keterangannya, Selasa (20/4/2021). (wt)

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    Berita Menarik Lainya

    Terkini

    Jangan Lewatkan