Rabu, 14 April 2021
32 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaSurabaya, Gresik, dan Sidoarjo Perkuat Kolaborasi, Bahlil: Jantungnya Ekonomi

    Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo Perkuat Kolaborasi, Bahlil: Jantungnya Ekonomi Jatim

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia bertemu dengan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Bupati Ahmad Muhdlor Ali, dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, kemarin (18/3/2021) di rumah dunas wali kota Surabaya. Turut hadir anggota Komisi VI DPR RI membidangi investasi, Mufti Anam.

    Bahlil dalam pertemuan mengatakan, BKPM akan memperkuat kolaborasi pengembangan investasi untuk percepatan pemulihan ekonomi.

    “Kita ingin investasi dipacu untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Vaksinasi jalan, investasi jalan, protokol kesehatan jalan, negeri kita akan cepat pulih,” ujar Bahlil.

    Dia juga menggarisbawahi peran strategis Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik sebagai jantungnya ekonomi Provinsi Jawa Timur.

    “Hampir 40 persen produk domestik regional bruto (PDRB) Jawa Timur disumbang dari tiga daerah ini. Maka saya ingin sinerginya diperkuat. Dengan kepala daerah yang semuanya muda-muda, dengan pemerintahan yang ramah dunia usaha, saya sangat yakin investasi di sini bakal berkembang pesat,” katanya.

    Baca juga :  Operasi Pasar Ramadan, Disdag Surabaya Pastikan Harga Sembako Masih Stabil

    Dengan kolaborasi yang kuat antara BKPM, , dan pemkab/pemkot, Bahlil optimistis, investasi di Jatim bakal semakin melesat.

    “Bulan depan saya juga akan rakor di Jatim untuk memperkuat investasi di berbagai daerah,” ujarnya.

    Sementara itu, Wali Kota Eri mengatakan, pihaknya terus mendorong peningkatan investasi untuk membuka kembali lapangan kerja bagi masyarakat.

    “Fokus pemerintah kota adalah menangani pandemi -19 termasuk dampaknya dari sisi ekonomi. dan investasi skala besar terus kami dorong dan fasilitasi,” katanya.

    Sepanjang , meski di pandemi, investasi di Surabaya menembus angka Rp 64 triliun, tumbuh dibanding 2019 yang mencapai Rp 62 triliun. Nilai investasi sebesar Rp64 triliun itu terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp1,5 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang terdiri dari PMDN fasilitas sebesar Rp20,6 dan PMDN non-fasilitas sebesar Rp41,92 triliun.

    Baca juga :  Bupati Bangkalan & Tim Perumus Akan Antar Berkas Kiai Syaichona ke Mensos

    “Kami terus menjaga ekosistem investasi di Surabaya. Ekosistemnya benar-benar kami tingkatkan, dari aspek perizinan, kualitas SDM, hingga infrastruktur penunjang. Kami optimistis dalam fase pemulihan ekonomi sekarang, investasi bisa kembali bergeliat. Surabaya akan tetap menjadi destinasi investasi kelas dunia,” tegas Eri.

    Dia menjelaskan, bakal rutin bertemu para pengusaha dan perbankan untuk memantau perkembangan ekonomi.

    “Saya akan pantau day by day, karena ini terkait ekonomi rakyat, terkait lapangan kerja. Bagaimana pergerakan ekonomi di lapangan, saya akan cek ke dunia usaha dan perbankan, saya koordinasikan semuanya. Contohnya, dengan perbankan saya cek penyaluran kredit, oh ternyata naiknya masih lambat, misalnya, maka intervensi kebijakan apa yang bisa kita bikin, kita rumuskan bareng,” ujarnya.

    Baca juga :  Sambut Ramadan, Pemkot Surabaya Berikan Bantuan 29 Panti Asuhan

    Terkait kolaborasi dengan Gresik dan Surabaya, Eri menyatakan bakal terus diperkuat. Ketiga kepala daerah tersebut sudah bertemu beberapa kali untuk mendetailkan kolaborasi.

    “Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik punya saling keterkaitan. Industrinya, UMKM-nya, transportasinya kita kolaborasikan agar tercipta dampak optimal ke masyarakat,” tandasnya. (wt)

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    Komentar

    guest
    0 Komentar
    Inline Feedbacks
    View all comments

    Berita Menarik Lainya

    Terkini

    Jangan Lewatkan