Prioritas selanjutnya yakni penguatan produktivitas pertanian dan perikanan, penguatan sektor UMKM dan pariwisata, percepatan pemerataan infrastruktur dengan memperhatikan daya dukung lingkungan, serta pemantapan ekosistem sosial hingga keagamaan dan kerukunan warga.
“Sesuai dengan visi kami untuk mewujudkan Banyuwangi semakin maju, sejahtera dan berkah. Maka kami mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama, terus bersinergi, bergotong royong, bahu membahu dalam menggerakkan jalannya roda pembangunan serta mensukseskan misi pemerintah Kabupaten Banyuwangi,” tandas Ipuk.
Sementara Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berpesan kepada Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi terus menekan angka kemiskinan.
Menurut Gubernur Jatim pandemi Covid-19 menyebabkan angka kemiskinan baik di seluruh Indonesia, Jawa Timur, maupun Kabupaten/Kota, termasuk Banyuwangi mengalami kenaikan.
Meski angka kemiskinan di Banyuwangi masih jauh dibawah rata-rata Jawa Timur. Khofifah meminta kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi harus terus menekan permasalahan tersebut.
“Oleh karena itu, mengintervensi ini supaya bisa kembali seperti 2019, angka kemiskinannya bisa lebih diturunkan. Termasuk angka stunting, serta kematian ibu dan bayi agar terus diturunkan,” pungkasnya.
Selain menekan angka kemiskinan, Gubernur Khofifah juga berharap agar program selingkar Ijen untuk dapatnya dilaksanakan guna memacu percepatan ekonomi baru melalui sektor pariwisata sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) RI No. 80 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan ekonomi di Jawa Timur.
” Saya berpesan kepada Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi, bagaimana melakukan pra condisioning, menyiapkan tim melakukan tela’a dari program strategis nasional terutama yang berkaitan dengan selingkar Ijen , ” jelas Khofifah Indar Parawangsa.
Hal tersebut beralasan karena selama ini wisatawan yang berkunjung ke Ijen lebih banyak melalui Kabupaten Banyuwangi.
” Format-format digitalisasi sistem harus terus dikembangkan karena memang trendnya UMKM kita membutuhkan market yang lebih luas sehingga membutuhkan penjualan secara online yang memang kedepan akan semakin masif , ” pungkas Khofifah. (adv/jam)





