Jumat, 26 Juli 2024
26 C
Surabaya
More
    Jawa TimurBanyuwangiDPRD Gelar Paripurna Sertijab Dan Pidato Perdana Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi 

    DPRD Gelar Paripurna Sertijab Dan Pidato Perdana Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi 

    BANYUWANGI (Wartatransparansi.com) –  DPRD Kabupaten Banyuwangi menggelar rapat paripurna dengan agenda serah terima jabatan (Sertijab) sekaligus pidato perdana Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi , Selasa malam (02/03/2021) pekan lalu.

    Rapat paripurna dipimpin langsung Ketua DPRD, I made Cahyana Negara didampingi Wakil Ketua DPRD, M Ali Mahrus, Michael Edy Hariyanto dan Ruliyono serta dihadiri seluruh anggota dewan dari lintas fraksi.
    Sertijab dari Pelaksana harian (Plh) Bupati, Mujiono kepada Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani langsung dihadiri dan disaksikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Ketua DPRD jawa Timur  Sahat Tua Simanjuntak serta Forpimda Banyuwangi digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Banyuwangi dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
    Dengan terlaksananya sertijab tersebut, tongkat kepemimpinan Banyuwangi saat ini telah resmi berganti ke pasangan Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani dan H Sugirah.

    Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara menyampaikan ucapan selamat kepada kepada Ipuk Fiestiandani dan H Sugirah yang baru saja dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi pada Jumat (26/2/2021) pekan lalu.

    Baca juga :  Waketum PB ISSI Lepas Etape Pertama Tour de Banyuwangi Ijen

    “Semoga mampu menjalankan amanah dan sukses memimpin Banyuwangi. Menjalankan pembangunan baik di bidang infrastruktur maupun sumber daya manusia dan mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ucap Made Cahyana saat memimpin rapat paripurna.

    Usai sertijab dalam pidato perdananya Bupati Ipuk Fiestiandani menyampaikan, visi misi dan program kerja kedepan sebagai Bupati Banyuwangi bersama Wakilnya H. Sugirah. Pihaknya menyiapkan setidaknya 9 prioritas yang akan dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

    Pertama Bupati Ipuk fokus pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19. Diantaranya melalui program padat karya berbasis desa.
    “Yakni melalui optimalisasi penggunaan DD (dana desa), ADD (alokasi dana desa), dan APBD dengan kedekatan mindset serta pelatihan kewirausahaan untuk melahirkan 1.000 pengusaha baru per tahunnya,” ujar Ipuk.

    Selanjutnya, kata Ipuk, peningkatan akses dan kualitas pendidikan untuk mewujudkan SDM unggul. Diantaranya melalui program peningkatan kualitas dan pemerataan infrastruktur pendidikan dasar, serta seribu beasiswa kuliah bagi anak muda, santri, anak yatim, warga kurang mampu, dan atlet berprestasi setiap tahunnya.

    Baca juga :  Hebat … !! Pembalap Indonesia Rebut Ijen Jersey di Etape 3 Tour de Banyuwangi Ijen

    “Ketiga peningkatan akses dan kualitas kesehatan yang berorientasi preventif, diantaranya program peningkatan kualitas perolehan kesehatan bersumberdaya masyarakat, posyandu, polindes, serta peningkatan kesehatan berbasis keluarga,” imbuh Ipuk.

    Prioritas selanjutnya yakni penguatan produktivitas pertanian dan perikanan, penguatan sektor UMKM dan pariwisata, percepatan pemerataan infrastruktur dengan memperhatikan daya dukung lingkungan, serta pemantapan ekosistem sosial hingga keagamaan dan kerukunan warga.

    “Sesuai dengan visi kami untuk mewujudkan Banyuwangi semakin maju, sejahtera dan berkah. Maka kami mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama, terus bersinergi, bergotong royong, bahu membahu dalam menggerakkan jalannya roda pembangunan serta mensukseskan misi pemerintah Kabupaten Banyuwangi,” tandas Ipuk.

    Sementara Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berpesan kepada Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi terus menekan angka kemiskinan.
    Menurut Gubernur Jatim pandemi Covid-19 menyebabkan angka kemiskinan baik di seluruh Indonesia, Jawa Timur, maupun Kabupaten/Kota, termasuk Banyuwangi mengalami kenaikan.

    Meski angka kemiskinan di Banyuwangi masih jauh dibawah rata-rata Jawa Timur. Khofifah meminta kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi harus terus menekan permasalahan tersebut.

    Baca juga :  Rute Berbukit dan Menantang Menunggu di Etape 2 Tour de Banyuwangi Ijen 2024

    “Oleh karena itu, mengintervensi ini supaya bisa kembali seperti 2019, angka kemiskinannya bisa lebih diturunkan. Termasuk angka stunting, serta kematian ibu dan bayi agar terus diturunkan,” pungkasnya.

    Selain menekan angka kemiskinan, Gubernur Khofifah juga berharap agar program selingkar Ijen untuk dapatnya dilaksanakan guna memacu percepatan ekonomi baru melalui sektor pariwisata sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) RI No. 80 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan ekonomi di Jawa Timur.

    ” Saya berpesan kepada Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi, bagaimana melakukan pra condisioning, menyiapkan tim melakukan tela’a dari program strategis nasional terutama yang berkaitan dengan selingkar Ijen , ” jelas Khofifah Indar Parawangsa.

    Hal tersebut beralasan karena selama ini wisatawan yang berkunjung ke Ijen lebih banyak melalui Kabupaten Banyuwangi.
    ” Format-format digitalisasi sistem harus terus dikembangkan karena memang trendnya UMKM kita membutuhkan market yang lebih luas sehingga membutuhkan penjualan secara online yang memang kedepan akan semakin masif , ” pungkas Khofifah. (adv/jam)

    Reporter : Jamhari

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2021 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan