Rabu, 22 September 2021
28 C
Surabaya
More
    OpiniTajukVaksinasi dan PPKM Mikro Jangan Kendor (Pasein Dirawat Masih 147.845)

    Vaksinasi dan PPKM Mikro Jangan Kendor (Pasein Dirawat Masih 147.845)

    Oleh Djoko Tetuko – Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

    Gerakan vaksinasi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Sinovac wajib terus dimassalkan secara massif, apalagi data terinfeksi positif mulai melandai.

    Selain itu, pemerintah dengan kebijakan PPKM Mikro Jawa dan Bali, atau diperluas lebih baik terus diperpanjang karena Jateng dan Jabar masih tinggi pasien dirawat.

    Apalagi secara nasional data pasien dirawat masih 147.845. Dengan Jateng 44.194 orang, Jabar 36.800 orang, dan Bali 20.334, sehingga total 101.228 orang dalam perawatan, belum termasuk Jakarta dan Jatim (lihat tabel)

    Data secara nasional per 5 Maret 2021, tercatat terinfeksi positif
    1.361.098 +7.264 ; sembuh 1.176.356 ; dan wafat 36.897, menujukkan bahwa pasien dirawat di Jawa dan Bali prosentase tertinggi, sehingga PPKM Mikro tetap dipertahankan dan kebijakan tanpa libur panjang, protokol kesehatan tetap dilaksanakan dengan disiplin ketat, merupakan pengendalian Covid-19 paling efektif.

    Baca juga :  Waspadalah! Kekuatan Kontingen PON Buram dan Performance Atlet Turun

    Seruan Presiden Joko Widodo, Kamis (4/3/2021) agar pemerintah daerah mempercepat dan mengintensifkan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di daerah masing-masing, sangat tepat dan wajib menjadi gerakan massal.

    Tentu saja harapan Presiden Jokowi, kekebalan kelompok dapat segera tercapai. Sebagaimana dijelaskan saat menyampaikan
    perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia yang ditayangkan pada kanal YouTube Sekretariat Kabinet, Kamis (4/3/2021).

    Oleh karena itu, gerakan percepatan vaksinasi wajib massal dan massif dengan tetap memperhatikan prosedur kesehatan, dan PPKM Mikro jangan sampai kendor. Minimal menjaga protokol kesehatan dengan 3M
    (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak).

    Data Covid-19 Tanggal 5 Maret 2021

    1. DKI Jakarta
    (Terinfeksi 339.735 ; sembuh 322.756 ; wafat 5.464 ; Sedang dirawat 11.515 )

    Baca juga :  Tiga Fokus PMI Jatim Perkuat Kehidupan Normal Baru

    2. Jawa Barat (211.212 ; 172.051 ; 2.361 ; 36.800)

    3. Jawa Tengah
    (153.029 ; 102.595 ; 6.240 ; 44.194)

    4. Jawa Timur (129.459 ; 108.652 ; 8.458 ; 12.349)

    5. Sulawesi Selatan (56.198 ; 51.564 ; 840 ; 3.794)

    6. Kalimantan Timur (55.390 ; 46.957 ; 1.306 ; 7.127)

    7. Bali
    (34.215 ; 13.305 ;576 ; 20.334)

    8. Riau
    (31.398 ; 29.564 ; 763 ; 1.071)

    9. Banten
    (29.476 ; 21.514 ; 521 ; 7.441)

    10. Sumatera Barat (29.182 ; 27.040 ; 643 ; 1.499)

    11. DI Yogyakarta (27.823 ; 21.788 ; 677 ; 5.358)

    12. Sumbar
    (24.528 ; 21.214 ; 837 ; 2.477)

    13. Kalsel
    (21.837 ; 19.284 ; 723 ; 1.830)

    14. Papua
    (17.043 ; 9.281 ; 175 ; 7.587)

    15. Sumsel
    (15.914 ; 13.680 ; 748 ; 1.486)

    16. Sulawesi Utara (15.002 ; 11.893 ; 492 ; 2.617)

    17. Kalteng
    (13.852 ; 12.112 ; 310 ; 1.430)

    Baca juga :  Soekano, Megawati, Puan dalam Keajaiban dan Kalkulasi Politik

    18. Lampung (12.535 ; 10.913 ; 644 ; 978)

    19. Sultra
    (10.043 ; 9.283 194 ; 566)

    20. Sulteng
    (10.025 ; 8.227 ; 259 ; 1.539)

    21. Kaltara
    (9.694 ; 6.800 ; 139 ; 2.755)

    22. Aceh
    (9.541 ; 7.820 ; 383 ; 1.338)

    23. NTT
    (9.247 ; 6.503 ; 257 ; 2.487)

    24. NTB
    (8.740 ; 5.963 ; 350 ; 2.427)

    25. Kepulauan Riau (8.702 ; 8.291 ; 220 ; 191)

    26. Papua Barat (7.423 ; 6.808 ; 126 ; 489)

    27. Kep Babel
    (7.347 ; 6.598 ; 110 ; 639)

    28. Maluku
    (6.984 ; 6.098 ; 105 ; 781)

    29. Jambi
    (5.488 ; 4.089 ; 74 ; 1.325)

    30.
    Sulbar
    (5.223 ; 3.835 ; 103 ; 1.285)

    31. Bengkulu (4.933 ; 4.598 ; 147 ; 188)

    32. Gorontalo (4.794 ; 4.359 ; 135 ; 300)

    33. Kalbar
    (4.640 ; 4.196 ; 33 ; 411)

    34. Maluku Utara (3.982 ; 3.381 ; 113 ; 488) .(*)

    Reporter :
    Penulis : Djoko Tetuko
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan