Minggu, 7 Maret 2021
More
    Jawa Timur Magetan Proyek Rehabilitasi Jaringan DI SIM Telan Dana 116 Milyar

    Proyek Rehabilitasi Jaringan DI SIM Telan Dana 116 Milyar

    MAGETAN (Wartatransparansi.com) – Kementerian PUPR RI melalui satker SNVT Jaringan Pemanfaatan Air Bengawan Solo melaksanakan kegiatan proyek reahabilitasi jaringan irigasi DI SIM di Kabupaten Madiun senilai 116 Milyar.

    Pengerjaan proyek dimulai dari Bendung Dam Jati yang terletak di Desa Gorang Gareng Kecamatan Nguntoronadi melintas sepanjang 4 Kabupaten Magetan,Kabupaten Madiun,Kota Madiun dan berakhir di Kecamatan Gerih Kabupaten Ngawi.

    Mega proyek senilai 116 milyar dikerjakan PT Haka KSO Hidup Indah Anugerah dan sekarang masih dalam persiapan pengerjaan.Humas PT Haka KSO Hidup Indah Anugerah mengatakan saat ini proyek masih dalam masa persiapan.

    “Kita masih dalam persiapan dan berkunjung ke desa/kecamatan yang dilewati proyek,”ujar Wawan.

    Baca juga :  Kapolda Jatim Berikan Pengarahan Tentang TWT Dan Penanggulangan Covid-19

    Dijelaskan nantinya selain tenaga tehnis akan memberdayakan tenaga kerja dari desa desa yang dilalui proyek tersebut.

    Rehabilitasi jaringan irigasi DI SIM ini diproyeksikan untuk mengairi sawah seluas 10.415 HA yang terletak disepanjang sungai Madiun di empat Kabupaten.Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan produksi padi di propinsi Jatim khususnya di aliran DI SIM.

    Suplesi DI SIM didapat dari aliran sungai Madiun dibendung di Bendung Jati yang terletak di Wilayah Kecamatan Nguntoronadi.

    Bendung karet Dam Jati saat ini dalam kondisi rusak dan akan diganti dengan peninggian bangunan mercu yang berfungsi suplesi mengairi sawah di sepanjang DI SIM.

    Dengan adanya peninggian bendungan mercu dan rencana penambahan suplesi debit dari sungai Manding akan dibendung di Gandong wilayah Desa Waduk Kecamatan Takeran.

    Baca juga :  Sikapi Dugaan Pungutan Di Sekolah, DPRD Magetan Akan Lakukan Klarifikasi

    Fungsinya untuk pemenuhan air bagi masyarakat Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) yang menginginkan kembali lahan pertanian produktif. (rud/sal)

    Reporter : Rudi/Faisal
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    Komentar

    guest
    0 Komentar
    Inline Feedbacks
    View all comments

    Terkini

    Jangan Lewatkan