Kamis, 23 September 2021
28 C
Surabaya
More
    OpiniTajukPenghentian Santunan Korban Meninggal Covid-19 Harus Disikapi Positif

    Penghentian Santunan Korban Meninggal Covid-19 Harus Disikapi Positif

    Oleh Djoko Tetuko – Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

    Keputusan penghentian santunan kepada ahli waris kepada korban meninggal karena terinfeksi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), karena tidak ada lokasi anggraan untuk tahun 2021, harus ditaati dan dipatuhi, serta disikapi positif.

    Diketahui, pada tahun 2020 Kementerian Sosial memberikan santunan bagi korban meninggal dunia dalam keadaan terinfeksi Covid-19. Jumlah santunan diberikan sebesar Rp15 juta per jiwa.

    Hal ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 427/3.2/BS.01.02/06/2020 Tentang Penanganan Perlindungan Sosial Bagi Korban Meninggal Dunia Akibat Virus Corona.

    Dalam SE tersebut, Plt Direktur Jenderal Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kemensos, Adi Wahyono, menyebut kebijakan santunan ini merujuk pada keputusan Kepala BNPB Nomor 9A Tahun 2020.

    Santunan diberikan kepada ahli waris korban meninggal dunia disebabkan terinfeksi Covid-19, yang dinyatakan oleh rumah sakit atau Puskesmas atau dinas kesehatan,

    Baca juga :  Tiga Fokus PMI Jatim Perkuat Kehidupan Normal Baru

    Persyaratan mendapatkan santunan tersebut, pihak keluarga korban mesti melampirkan sejumlah dokumen sebagai syaratnya. Sejumlah syaratnya adalah sebagai berikut:

    1. Fotokopi kartu keluarga (KK) korban dan ahli waris

    2. Fotokopi KTP korban dan ahli waris

    3. Fotokopi Surat Keterangan meninggal dunia dari rumah sakit atau puskesmas atau kutipan akta kematian dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Keduanya dalam bentuk legalisir

    4. Surat keterangan bahwa korban meninggal terinfeksi Covid-19 dari Dinas Kesehatan kabupaten/kota setempat

    5. Fotokopi Surat Keterangan ahli waris sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam bentuk legalisir

    6. Surat pernyataan yang menunjuk ahli waris yang menerima santunan kematian, ditandatangani oleh seluruh ahli waris di atas materai dan dilampiri fotokopi KTP seluruh ahli waris

    Baca juga :  Soekano, Megawati, Puan dalam Keajaiban dan Kalkulasi Politik

    7. Fotokopi rekening buku tabungan yang masih aktif atas nama ahli waris. Nama buku rekening sesuai dengan Surat Keterangan ahli waris

    Tetapi, per tanggal 18 Februari 2021,
    surat edaran Kementerian Sosial RI melalui Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Nomor 150/3.2/BS.01.02/02/2021
    yang ditandatangani oleh Sunarti, menyatakan bahwa alokasi anggaran santunan korban meninggal dunia akibat Covid-19 untuk tahun ini tidak tersedia.

    Dijelaskan dalam SE tersebut disampaikan ada beberapa poin diantaranya bahwa tahun 2021 tidak ada anggaran santunan korban Covid-19 yang meninggal dunia, sehingga usulan dan rekomendasi yang sudah dimasukkan tidak dapat ditindaklanjuti.

    Dengan SE Kemensor baru ini, maka terkait dengan rekomendasi dan usulan yang disampaikan oleh Dinas Sosial Provinsi/Kab/Kota sebelumnya tidak ditindaklanjuti.

    Baca juga :  BTPKLW Kecerdasan Pemerintah Memotivasi Kebangkitan Ekonomi

    Selain itu, diharapkan setiap Kepala Dinas Sosial Provinsi dapat menyampaikan hal tersebut kepada masing-masing Kepala Dinas Kab/Kota di wilayahnya dan tidak lagi memberikan rekomendasi ataupun usulan kepada Kementerian Sosial RI.

    Penghentian ini harus disikapi positif, karena sudah bukan rahasia umum bahwa ada isu “permainan” dalam memberikan rekomendasi status kematian Covid-19. Dengan alasan ada santunan dari pihak rumah sakit maupun Kemensos.

    Apakah tuduhan “permainan” itu benar atau sekedar fitnah, maka kembali kepada pemberi rekomendasi status kematian. Semoga kebijakan ini membuat upaya melawan Covid-19 semakin massif. Minimal dengan tetap disiplin membudayakan 3M
    (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menghindari kerumunan). (*)

    Reporter :
    Penulis : Djoko Tetuko
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan