Minggu, 19 September 2021
25 C
Surabaya
More
    Jawa TimurJombangBanjir Jombang Butuh Revitalisasi Infrastruktur

    Banjir Jombang Butuh Revitalisasi Infrastruktur

    JOMBANG (Wartatransparansi.com) – Sejumlah wilayah di Jombang diterjang banjir. Rutusan penduduk terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Juga ternak mereka seperti Sapi dan Kambing. Tidak ada laporan korban jiwa dalam banjir ini.

    Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyempatkan meninjau lokasi banjir meskipun tidak sampai masuk pedesaan, lalu memberikan pernyataan kepada media tentang akibat banjir tersebut. Pihaknya mengajak masyarakat aktif jadi relawan ‘jogo kali’ dan tak membuang sampah ke badan sungai.

    Menurut Gubernur, banjir yang melanda Jombang disebabkan adanya infrastruktur tanggul dan check dam yang harus direvitalisasi serta sedimentasi sungai akibat material erupsi Gunung Kelud beberapa tahun lalu dan banyaknya sampah yang menyumbat , infra struktur yang sudah mulai rusak, sehingga mengakibatkan tanggul jebol, tutur Khofifah di Desa Gondangmanis Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang, Sabtu (6/2) siang.

    Saat itu Khofifsh ditemani Bupati Jombang Mundjidah Wahab, Jasa Tirta dan BBWS Brantas, Khofifah melihat langsung ruas jalan nasional yang terdampak banjir.

    “Jadi ada beberapa variabel yang menyebabkan banjir di sini. Tadi saya dapat video dari tim BBWS. Ada sampah yang sangat banyak di badan sungai yang menyebabkan penyumbatan. Dan sampah-sampah ini harus diambil dengan long arm eskavator. Sampahnya menyumbat aliran air sama dengan yang kemarin di Gempol Pasuruan, yang akhirnya membuat luapan sungai.

    Menurut mantan Menteri Sosial ini, menjadi sangat penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk ikut aktif memantau kondisi sungai di wilayahnya. Kepala daerah, relawan jogo kali, dan organisasi peduli lingkungan diharapkan untuk menggalakkan revitalisasi sungai. Dan yang tak kalah penting juga revegetasi dan menjauhkan kebiasaan membuang sampah di sungai.

    “Tolong sama-sama memantau dan aktif mengingatkan. Bahwa masyarakat jangan membuang sampah langsung ke sungai. Karena dampaknya tentu jangka panjang, seperti banjir,” katanya.

    Hal kedua, banjir akibat tingginya aliran kali Konto yang membawa material dan menyebabkan Tanggul Kontogude atau Rolag 70 di Desa Bugasur Kedaleman Kecamatan Gudo Jebol. Tanggul yang jebol mencapai 15 meter.

    Untuk jangka panjangnya, Khofifah janji akan melakukan kordinasi dengan kementerian PUPR untuk memfokuskan pada revitalisasi tanggul dan check dam serta normalisasi sungai.

    Dalam kesempatan tersebut Gubernur Khofifah menyerahkan secara simbolis bantuan berupa 240 Paket lauk pauk, 240 paket tambahan gizi, 75 buah jumbo bag, 2.000 buah glangsing, 1 ton beras dan 40 lembar bronjong.

    Sementara itu, berdasarkan data yang ada per hari ini Sabtu (6/2) tercatat 513 orang pengungsi menempati Balai Desa Gondang Manis yang dipersiapkan sebagai Posko pengungsian dan Dapur Umum. Total tercatat empat dusun yang terdampak banjir yaitu Dsn. Plosorejo, Manisrenggo, Kandangan, dan Prayungan. Banjir ini sendiri telah merendam 765 unit rumah yang dihuni oleh 2.963 jiwa. (gus)

    Reporter : Agus Sobianto
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan