H. Djoko Tetuko Abdul Latief

Oleh Djoko Tetuko – Pemimpin Redaksi WartaTransparansi

Kasus baru positif terinfeksi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) pecah rekor dengan tambahan 11.278 kasus. Dengan Daerah Khusus Ibukota Jakarta juga memecahkan rekor penambahan kasus dengan 3.476 kasus baru.

Kemudian disusul Provinsi Jawa Barat terus membuntuti dengan 1.755 kasus dan Provinsi Jawa Tengah dengan 1.475 kasus. Sementara Jawa Timur masih dalam batas kewajaran dengan 815 kasus baru. Menunjukkan bahwa penanganan dan pengendalian Covid-19 di Jawa, harus lebih serius dan lebih hebat lagi.

Penambahan kasus secara nasional, walaupun Provinsi Gorontalo dan Maluku nihil alias tidak ada penambahan kasus baru, tetapi menjadi terbanyak sepanjang masa pandemi Covid-19, merupakan peringatan bahwa ancaman penyebaran virus Corona dan mutasinya masih berbahaya.

Data dari Satgas Penanganan dan Pengendalian COVID-19 pada Rabu (13/1/2021)
sebagai berikut;

1. DKI Jakarta 3.476
2. Jawa Barat 1.755
3. Jawa Tengah 1.475
4. Jawa Timur 815
5. Sulawesi Selatan 648
6. Kalimantan Timur 507
7. Di Yogyakarta 319
8. Bali 268
9. Banten 185
10. Nusa Tenggara Timur 171
11. Sumatera Barat 170
12 Riau 138
13. Kalimantan Utara 134
14. Sulawesi Tengah 113
15. Lampung 108
16. Sumatera Utara 96
17. Sulawesi Utara 94
18. Sulawesi Tenggara 91
19. Bangka Belitung 88
20. Sumatera Selatan 80
21. Jambi 78
22. Kalimantan Tengah 74
23. Kalimantan Selatan 69
24. Papua 61
25. Maluku Utara 54
26. Bengkulu 51
27. Nusa Tenggara Barat 33
28. Kalimantan Barat 33
29. Kepulauan Riau 28
30. Aceh 24
31. Papua Barat 24
32. Sulawesi Barat 18
33. Gorontalo 0
34. Maluku 0

Mengingat penambahan dari Jawa -Bali mencapai tertinggi 8.293 kasus baru, juga memecahkan rekor, maka pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Jawa-Bali wajib dilaksanakan dengan disiplin tinggi.

Protokol kesehatan (Prokes) dengan kewajiban masyarakat 3M (memakai masker, mencuci tangan hingga bersih, menjaga jarak) tetap terjaga. Demikian juga kewajiban pemerintah melakukan 3T (testing, tracing dan treatment) juga terus dilakukan, sehingga sama-sama berjalan dengan baik.

Bahkan hari pertama Vaksinasi Covid-19 dengan vaksin Sinovac diawali penyuntikan si lengan kiri Presiden Joko Widodo beserta jajaran pejabat tinggi negara dan tokoh agama juga tokoh masyarakat, serta publik figur di Istana Negara, Rabu (13/1/2021), bukan berarti Prokes kemudian kendor.

Oleh karena itu, walaupun Vaksinasi Covid-19 sudah dimulai dan diperkirakan secara menyeluruh hingga pertengahan 2022, maka jauh lebih hati-hati menjaga diri supaya jangan sampai terinfeksi virus Corona. Jangan kendor sedikit pun mematuhi Prokes. (*)