Rabu, 22 September 2021
33 C
Surabaya
More
    Jawa TimurBanyuwangiSetubuhi Anak Tirinya, Kodir Di Amankan Polsek Rogojampi

    Setubuhi Anak Tirinya, Kodir Di Amankan Polsek Rogojampi

    BANYUWANGI (Wartatransparansi.com) –
    Tanpa kompromi Kepolisian Sektor (Polsek) Rogojampi mengamankan seorang pria bernama Kodir yang diduga telah melakukan persetubuhan pada anak tirinya yang masih dibawah umur.

    Diduga ( AR ) korban persetubuhan yang masih anak dibawah umur di setubuhi oleh Kodir yang tidak lain adalah ayah tiri korban, perbuatan bejat tersebut dilakukan Kodir sejak korban duduk di bangku Sekolah Dasar.

    Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan Dan Anak, Korda Banyuwangi bersama Forum Rogojampi Bersatu ( FRB ) turut kawal kasus pencabulan yang dialami oleh ( AR ).

    Ketua Korda TRC PPA Banyuwangi, Veri Kurniawan S.ST menjelaskan pada awak media. Saya berterima kasih banyak pada Polsek Rogojampi karena sudah mengamankan si terduga pelaku yang tidak lain adalah ayah angkat korban. Korban ini tidak memiliki ibu dan ayah kandungnya entah kemana,” kata Veri panggilan akrabnya. Rabu (06/01/2021).

    Baca juga :  Bayar 250 Ribu Harap Dapatkan Bantuan Sapi, Ternyata…

    Lebih lanjut kata Veri, Keterangan dari Kapolsek tadi bahwa pelaku menjalankan perbuatan yang tidak benar tersebut sejak korban duduk di bangku Sekolah Dasar dan kini sudah umur 17 tahun. TRC PPA dan FRB Rogojampi akan mengawal kasus ini hingga ada putusan dari pengadilan,” imbuhnya.

    Disisi lain, Kompol Sudarsono selaku Kapolsek Rogojampi mengatakan pada awak media saat diwawancarai di ruang kerjanya. kebetulan kemarin datang kepada kami ( Polsek ) korban dan wali korban pada hari Minggu 03 Januari 2021 untuk melaporkan kejadian pencabulan. Langkah langkah sudah kami laksanakan seperti pemeriksaan, visum dan melakukan upaya paksa terhadap terlapor,” terangnya.

    Masih kata Sudarsono, Untuk sekarang terlapor ada di rutan Polsek untuk menunggu proses lebih lanjut dan korban sendiri sekarang umur sekitar 17 tahun. Keterangan dari anggota Polsek sebelumnya ada mediasi di Desa, tapi terlapor ini tidak ada dan sempat kita tanya ternyata ada di Pasuruan.

    Baca juga :  Bayar 250 Ribu Harap Dapatkan Bantuan Sapi, Ternyata…

    Kejadian ini sudah berjalan 6 tahun lalu saat korban duduk di bangku Sekolah Dasar. Terlapor akan disangkakan pasal 81 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Minimal hukuman kurungan penjara 5 tahun dan maksimal 15 tahun,” pungkasnya. (Yin).

    Reporter : Nur Muzayyin
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan