Foto Mountala Zoubairou Garba Daniel saat menjalani latihan bersama Persebaya Surabaya di Stadion Pusaka Karangan, Wiyung pada September 2020 lalu. Saat ini dia menjaga kondisi dengan berlatih bersama tim atletik di Sukabumi, Jawa Barat. (wartatransparansi/dik)

SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Tak jelasnya nasib kompetisi di Indonesia berimbas ke para pemain. Ada yang memilih kegiatan lain di luar sepak bola. Tak sedikit juga yang yang mencari nafkah sampingan dengan bermain fun football.

Seharusnya, klub saat ini sudah menggelar latihan lagi mengingat PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) merencanakan kick-off kompetisi pada awal Februari mendatang. Pasalnya, sampai saat ini belum ada tanda-tanda izin akan dikeluarkan kepolisian untuk penyelenggaraan kompetisi. Alhasil, dalam situasi serba tak pasti saat ini membuat klub-klub belum menentukan sikap. Termasuk memperbarui kontrak pemainnya.

Kendati demikian, para pemain tetap berupaya bersikap profesional. Mereka tetap berupaya menjaga kondisi. Seperti yang dilakukan bek Persebaya Surabaya Mountala Zoubairou Garba Daniel.

Pemain yang menyandang WNI sejak Mei 2019 ini malah berlatih bersama atlet-atlet muda dari cabang olahraga atletik. Zoubairo tak hanya ingin menjaga kondisinya, tetapi juga mempertahankan energi positif di tengah ketidakpastian kelanjutan kompetisi. “Sambil menunggu liga bergulir kembali, saya latihan bersama anak-anak atletik,” paparnya.

Menurutnya, berlatih bersama tim atletik ditempat tinggalnya, Sukabumi, Jawa Barat, membuat fisiknya terjaga. Dia tak sungkan menjajal kemampuan bersama atlet-atlet muda atletik. Padahal, Zoubairou sangat senior dibandingkan atlet yang lain.

“Memang buat bisa jaga fisik saya. Karena, harus saya akui, latihan mereka lebih keras. Tapi saya tanamkan saya harus bisa. Karena kita harus tetap positif dan optimis dalam hidup ini,” terang Papa Zou, sapaannya.

Sebagai sosok yang senior, mantan pemain Sriwijaya FC tahun 2008 itu juga terlibat dalam latihan sekolah sepak bola (SSB) setempat. Bukan sebagai pelatih, dia memberikan bimbingan, arahan, dukungan dan motivasi. “Saya jadi motivator untuk anak-anak atletik maupun pemain-pemain SSB,” pungkasnya.

Selama libur kompetisi ini, Zoubairou menghabiskan waktu dengan berkumpul bersama keluarganya. Selepas latihan atau aktivitas lainnya, dia berada di depan layar televisi menyaksikan kartun favorit sang anak. (dik)