Senin, 22 Juli 2024
23 C
Surabaya
More
    Jawa TimurBanyuwangiCegah Perburuan Liar, TN Alas Purwo Banyuwangi Lakukan Pemberdayaan Pada Masyarakat

    Cegah Perburuan Liar, TN Alas Purwo Banyuwangi Lakukan Pemberdayaan Pada Masyarakat

    BANYUWANGI (Wartatransparansi.com) – Balai Taman Nasional Alas Purwo melakukan pemberdayaan terhadap masyarakat sekitar kawasan guna mencegah terjadinya kasus perburuan. Dalam hal itu, gencar dilakukan sebagai upaya agar masyarakat tidak mencari penghasilan dari aktivitas perburuan liar di kawasan Taman Nasional (TN) Alas Purwo.

    Sucipto selaku Koordinator Perlindungan dan Pemantapan Wilayah Balai Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi, mengatakan Balai Taman Nasional Alas Purwo dalam upaya pencegahan tindak perburuan, pihaknya melakukan upaya pemberdayaan bagi masyarakat sekitar kawasan, berikut dengan penyuluhannya. Beberapa kali kita memberikan bantuan, kepada masyarakat sekitaran kawasan seperti di Desa Kalipait, Desa Kedungasri, dan Desa Sumberasri,” ujar Cipto sapaan akrabnya. Selasa (05/01/2021).

    Masih Sucipto, bantuan yang diberikan juga beragam seperti hewan ternak, pembekalan ketrampilan, transportasi perahu bagi nelayan hingga beasiswa selama 1 tahun bagi pelajar SD dan SMP yang berada di sekitar kawasan.

    Tidak berhenti disitu saja, Sucipto menjelaskan bahwa masyarakat juga diberikan mata pencaharian serta dilibatkan dalam pengelolaan keasrian TN Alas Purwo. Salah satunya turut mengelola tempat wisata yang ada di kawasan TN Alas Purwo. Kemudian ada yang direkrut menjadi Masyarakat Mitra Polhut (MMP),” terangnya.

    Meskipun begitu pihaknya juga tetap rutin menggelar patroli hutan guna memastikan kondisi di kawasan TN Alas Purwo. Patroli rutin oleh teman – teman di tingkatan resort, kemudian ada patroli yang sifatnya dadakan, ataupun patroli secara gabungan,” ucapnya.

    Dia Sucipto menerangkan sepanjang tahun 2020, tercatat ada dua kasus perburuan yang terjadi di TN Alas Purwo. Satu kali menggunakan senjata api ilegal dengan target buruan banteng dan perburuan burung. Kasus perburuan menggunakan senjata api itu terjadi pada bulan Juni, pelaku masih buron karena melarikan diri tapi identifikasi sudah jelas, jadi semisal sudah muncul A1 akan kita lakukan penangkapan,” jelasnya.

    Sedangkan perburuan burung didalam kawasan TN Alas Purwo, tersangkanya berhasil diringkus dan saat ini diamankan di Polsek Tegaldlimo.

    Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa pelaku perburuan melakukan aksinya tak pandang bulu. Apapun yang ditemui biasanya langsung dijadikan target buruan. Biasanya pelaku itu mudah dan apa yang dilihat, misalnya target awalnya babi hutan kebetulan yang lewat itu banteng naluri pemburu itu akan muncul. Tetapi kalau untuk pencari burung biasanya hanya terfokus untuk mencari burung,” katanya.

    Ia menambahkan pelaku juga dikenakan sanksi. Pelaku perburuan menggunakan senjata api ilegal nantinya akan dikenakan hukuman 20 tahun kurungan dan berburu dikawasan taman nasional dikenakan UU no 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (Yin).

    Reporter : Nur Muzayyin

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2021 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan