“Misalnya jika ada siswa yang membutuhkan bantuan sepeda, mungkin Baznas bisa langsung mengeksekusi. Kalau lewat pemda kan lama karena proses birokrasinya panjang, sementara di Baznas mungkin bisa lebih cepat karena tidak ada prosedur yang rumit,” kata Anas.
Ketua Baznas Lukman Hakim menyatakan siap menjalankan tugas-tugasnya berkolaborasi dengan pemkab. “Kami siap bermitra dengan pemkab untuk menjalankan semua kegiatan sosial yang berkaitan dengan kepentingan mustahik (penerima zakat),” kata Lukman.
“Program-program kemarin yang sudah maju akan kita lanjutkan, namun kita juga akan membuat program-program baru yang lebih baik,” imbuhnya.
Lukman pun membeber bahwa program prioritasnya ke depan adalah pemulihan sosial ekonomi warga di masa pandemi covid-19. Hal ini akan dilakukan melalui beberapa cara, salah satunya dengan memgoptimalkan pengumpulan zakat dari berbagai pihak.
Selain itu, Lukman juga berencana memaksimalkan kehadiran koperasi simpan pinjam syariah yang dikelola oleh Baznas.
“Kita berikan pinjaman tanpa bunga. Tentu ini sangat diperlukan apalagi dalam situasi sulit seperti sekarang. Sehingga warga tidak sampai terjerat hutang ke renternir atau bank konfensional yang buganya besar,” terang Lukman.
Sekedar tahu, selama 7 kali berturut-turut sejak tahun 2012, laporan keuangan Baznas Banyuwangi telah berhasil meraih opini wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pengawas Keuangan (BPK) RI. (jam)





