Djoko Tetuko Abdullatif

Oleh : Djoko Tetuko – Pemimpin Redaksi WartaTransparansi

Hingga 12 Oktober 2020, data Satgas Covid-19 menunjukkan bahwa sudah 15 provinsi mencatat kasus positif di atas 5 ribu orang. Ini menunjukkan perkembangan virus Corona masih aktif dan mengkhawatirkan.

Daerah Khusus Ibukota
Jakarta masih tertinggi dengan diikuti Jatim, Jabar, Jateng, dan Sulsel (lihat tabel).

Sedangkan 5 provinsi dengan data kasus positif di atas 10 ribu, yaitu; Sumut (11.419; 8.881; 472), Kalsel (11.052; 9.651; 442),
Kaltim (10.729; 7.624; 417), Bali (10.228; 8.834; 324), dan
Riau (10.180; 6.223; 225).

Lima provinsi tercatat kasus positif di atas 5 ribu, yaitu; Sumbar (8.880; 5.005; 174),
Papua (7.622; 4.208; 110), Banten (7.067; 5.105; 205), Sumsel (6.821; 5.169; 375), dan Aceh (5.844; 3.746; 210)

Dari data kasus Covid-19 dengan 15 provinsi di atas 5 ribu, nampak pemerataan hampir di semua pulau, Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, Papua, Bali, dan Aceh. Perkembangan ini Satgas Covid-19 nasional wajib melakukan pemataan lebih detail.

Tidak kalah penting kampanye perubahan perilaku dengan memakai masker dan mematuhi protokol kesehatan, harus terus menerus dilakukan sebagai gerakan penyadaran masyarakat untuk memutus mata rantai Covid-19.

Apalagi dibanding data kasus Covid-19 tanggal 15 September 2020, sejak di seluruh penjuru negeri dilakukan operasi yustisi, peningkatan kasus positif belum terkendali karena berpindah ke bebarapa wilayah baru, termasuk Sumut, Sumbar, Aceh, dan Papua juga Kaltim. Inilah pekerjaan rumah supaya lebih fokus dan konsentrasi wilayah yang sudah aman dengan zona hijau dilakukan pengawalan dan penjagaan lebih ketat. Dan wilayah masih zona merah atau oranye lebih disiplin lagi dalam hal protokol kesehatan dan operasi yustisi.

Tetapi dalam kasus wafat pasien terinfeksi Covid-19, sesuai dengan data Satgas Covid-19 nasional, hingga tanggal 12 Oktober 2020, Jatim masih tertinggi dengan 3.447 orang (atau bertambah 615 orang, sejak data kasus 15 Oktober 2020). Sedangkan Daerah Khusus Ibukota Jakarta di urutan kedua dengan 1.914 atau bertambah 464 dengan perbandingan yang sama.

Wilayah dengan kasus wafat terinfeksi Covid-19 di atas seribu, Jateng dengan 1.514 atau bertambah 349, dan kota Surabaya dengan 1.106 (data hingga 11 Oktober).

Angka kasus wafat terinfeksi Covid-19, di Jatim (jika dikurangi Surabaya 1.106 maka tinggal 2.342), DKI Jakarta (1.914) Jateng (1.514) dan Kota Surabaya (1.106), menjadi tugas Satgas Covid-19 nasional untuk melakukan penelitian dan kajian lebih detail supaya menjadi pengalaman berharga dan pelajaran di masa mendatang.

Sebab, penambahan selama hampir 1 bulan, masih mencapai angka kasus wafat terinfeksi Covid-19 masih cukup tinggi. Walaupun penambahan kasus positif baru mulai berhasil dikendalikan dan kasus pasien sembuh juga meningkat.

Sekali lagi secara nasional, bagimana memeta lebih detail zona hijau, zona kuning, zona oranye, dan zona merah dengan sistem pembatasan sosial lebih mikro di tingkat lingkungan, RT atau RW dengan pembatasan terbatas sekali. Tetapi sangat ketat dan protokol kesehatan ditingkatkan. Terutama kampanye perubahan perilaku hidup sehat dengan protokol kesehatan.

Sejumlah provinsi masih potensi menambah kasus positif, tetapi tingkat kesembuhan masih di bawah 70 persen. Namun diuntungkan dengan data kasus wafat kecil. Semua tentu harus ikhtiyar menuju lebih baik dari sekarang dengan peta wilayah dan budaya baru hidup sehat, ekonomi kuat. (@)

Data Covid-19 hingga 12 Oktober 2020 (urutan tertinggi berdasarkan angka kasus positif)

1. Jakarta (kasus positif 88.174; kasus sembuh 72.540; dan wafat 1.914)

2. Jatim (47.280; 40.280; 3.447)

3. Jabar (27.522; 17.700; 539).

4. Jateng (26.640; 18.852; 1.514)

5. Sulsel (16.819; 14.049; 436)

6. Sumut (11.419; 8.881; 472)

7. Kalsel (11.052; 9.651; 442)

8. Kaltim (10.729; 7.624; 417)

9. Bali (10.228; 8.834; 324)

10. Riau (10.180; 6.223; 225)

11. Sumbar (8.880; 5.005; 174)

12. Papua (7.622; 4.208; 110)

13. Banten (7.067; 5.105; 205)

14. Sumsel (6.821; 5.169; 375)

15. Aceh (5.844; 3.746; 210)

16. Sulut (4.803; 4.000; 181)

17. Kalteng (3.967; 3.232; 141)

18. Sultra (3.627; 2.375; 66)

19. NTB (3.554; 2.813; 206)

20. Maluku (3.448; 2.159; 42)

21. DI Jogjakarta (3.107; 2.357; 80)

22. Papua Barat (3.036; 1.595; 41)

23. Gorontalo (2.949; 2.658; 78)

24. KepRiau (2.619; 2.053; 61)

25. Malut (2.105; 1.813; 206)

26. Kalbar (1.297; 958; 9).

27. Lampung (1.147; 769; 41).

28. Sulbar (894; 653; 11).

29. Jambi (825; 316; 18)

30. Bengkulu (804; 670; 39).

31. Kaltara (649; 568; 5)

32. Sulteng (569; 379; 24)

33. NTT (565; 353; 7)

34. KepBabel (474; 363; 6)

Data Kasus Covid-19 15 September 2020

1. Jakarta
(kasus positif = 56.175; sembuh = 43.226; dan wafat = 1.450)

2. Jatim (38.809; 31.243; 2.832)

3. Jateng (18.111; 11.508; dan 1.165)

4. Jabar (14.938; 8.106; dan 305)

5. Sulsel (13.583; 10.213; dan 383)

6. Kalsel (9.500; 7.530; dan 390)

7. Sumut (8.808; 5.253; dan 367)

8. Bali (7.380; 5.837; dan 184)

9. Kaltim (6.100; 3.854; dan 245)

10. Sumsel (5.118; 3.798; dan 309)

11. Riau (4.954; 1.759; dan 79)

12. Papua (4.637; 3.422; dan 59)

13. Sulut (4.171; 3.234; dan 162)

14. Banten (3.636; 2.520; dan 118)

15. Sumbar (3.633; 1.890; dan 79).

16. Kalteng (3.059; 2.287; dan 118)

17. Aceh (3.031; 701; dan 104).

18. NTB (2.981; 2.353; dan 174)

19. Maluku (2.481; 1.526; dan 38)

20. Gorontalo (2.330; 2.058; dan 67)

21. Malut (1.956; 1.593; dan 72).

22. Sultra (1.948; 1.330; dan 43)

23. DI Yogyakarta (1.895; 1.370; dan 53)

24. KepRiau (1.438; 862; dan 50)

25. Papua Barat (1.237; 703; dan 24)

26. Kalbar (784; 655; dan 7)

27. Lampung (644; 385; dan 23)

28. Kaltara (479; 394; dan 3)

29. Bengkulu (476; 237; dan 30)

30. Sulbar (475; 347; dan 7)

31. Jambi (331; 233; dan 7)

32. NTT (276; 172; dan 5)

33. Sulteng (272; 232; dan 11)

34. Kep Babel (191; 173; dan 2)…(*)