Kamis, 22 Februari 2024
26 C
Surabaya
More
    NasionalKekuatan JK di Istana Wapres Bikin Resah Pendukung KH. Ma'ruf Amin

    Kekuatan JK di Istana Wapres Bikin Resah Pendukung KH. Ma’ruf Amin

    JAKARTA (WartaTransparansi.com) –Keresahan saat ini sedang melanda para pendukung Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin di ibukota maupun di daerah. Mereka mempersoalkan kenapa orang orang Jusuf Kalla di lingkungan Istana Wapres tak kunjung dimutasi oleh Mensesneg. Akibatnya, para pendukung Ma’ruf Amin maupun keluarganya sulit untuk bertemu sang Wapres.

    Neta S Pane, Ketua Presidium Ind. Police Watch (IPW) menilai, jika kondisi ini dibiarkan akan terjadi ketegangan di elit kekuasaan yang bisa berdampak pada potensi gangguan keamanan di akar rumput, terutama menjelang pilkada serentak Desember mendatang, ketika dihubungI, Kamis (27/8/2028)

    Mensesneg perlu menjelaskan kepada publik, kenapa orang orang Jusuf Kalla belum juga digeser dari Istana Wapres, sehingga posisi Wapres dibuat seperti “burung di sangkar emas” yang tidak bisa diakses para pendukung maupun keluarganya.

    Baca juga :  Menkomifo : Perpres Publisher Rights Segera Disahkan

    Informasi yang diperoleh IPW, sejak Maruf Amin menjadi Wapres baru pada 20 Agustus 2020 lalu, yakni Libur 1 Muharram, tim suksesnya bisa bertemu dan berdialog dengan Ma’ruf Amin. Mereka komplain bahwa orang orang Jusuf Kalla yang masih berkuasa di Istana Wapres selalu menghalangi mereka untuk bertemu mantan Ketua Umum MUI itu. Akibatnya kemarahan para pendukung Ma’ruf Amin di Jakarta dan di daerah semakin memuncak terhadap manuver politik kelompok tertentu, yang menjadikan Ma’ruf Amin bagai “burung di sangkar emas,” kata Neta S Pane.

    Neta menyatakan, mereka sudah mengusulkan agar orang orang Jusuf Kalla yang masih bercokol di Istana Wapres segera dimutasi dan diganti dengan orang orang Ma’ruf Amin, tapi hingga kini belum juga dilakukan Mensesneg.

    Baca juga :  Presiden Melantik Hadi Sebagai Menko Polhukam dan AHY Jadi Menteri ATR

    Dalam pertemuan Liburan 1 Muharram itu, tim sukses Ma’ruf Amin juga mengungkapkan kepada Wapres bahwa hingga kini tidak satu pun dari mereka (tim sukses Ma’ruf Amin) yang menjadi komisaris di BUMN. Sementara mereka melihat puluhan orang orang “yang tak berkeringat” enak enakan duduk menjadi komisaris BUMN. Usulan sudah disampaikan kepada Meneg BUMN tapi hingga kini tidak ada jawaban. Untuk itu mereka meminta agar Wapres segera memanggil Mensesneg dan Meneg BUMN.

    Dikatakan bahwa, dalam pertemuan itu Ma’ruf Amin juga merasa heran, kenapa dirinya tidak dilibatkan dalam penyusunan kabinet maupun rencana reshuffle kabinet. Bahkan fungsinya sebagai Tim Penilai Akhir (TPA) untuk posisi pejabat negara diabaikan. Penjelasan Maruf Amin ini semakin membuat tim suksesnya gundah.

    Baca juga :  Menkomifo : Perpres Publisher Rights Segera Disahkan

    Informasi yang diperoleh IPW, salah satu yang membuat terganjalnya reshuffle kabinet adalah akibat protes dari kubu Maruf Amin. Sebab sebelumnya sejumlah calon menteri yang akan ikutan dalam reshuffle sudah dipanggil Jokowi. Ada yang bersedia dan ada yang menolak ditawarkan posisi menteri, dengan alasan pandemi Covid 19 membuat mereka tidak akan bisa bekerja maksimal.

    Tidak dilibatkannya Ma’ruf Amin dalam proses rencana reshuffle, menurut Neta S Pane, membuat para pendukungnya melakukan protes. IPW berharap memanasnya suhu politik di tingkat elit kekuasaan ini harus cepat disikapi Presiden Jokowi agar tidak berdampak ke akar rumput yang bisa menjadi ancaman bagi stabilitas keamanan, terutama menjelang pilkada serentak Desember mendatang. (sam/min)

    Reporter : Samsul Muarief

    Editor : Amin Istighfarin

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan