Menurutnya, beberapa pakar ekonomi meramalkan bahwa akan terjadi resesi di seluruh dunia. Karenanya, dibutuhkan kekuatan ekonomi, terutama kekuatan ekonomi keluarga untuk bisa menghadapi resesi ini.
“Makanya saya mohon kepada semuanya, RT-RW dan Fatayat untuk terus bergandeng tangan bersama-sama seluruh warga untuk meningkatkan atau meringankan beban warga, terutama dampak dari resesi ekonomi yang akan terjadi ini,” imbuhnya.
Ia juga berterima kasih kepada BTPN Syariah dan Fatayat NU Surabaya yang terus semangat dalam meringankan beban masyarakat Surabaya. Meski di tengah pandemi ini, sahabat-sahabat Fatayat dan BTPN Syariah terus bergerak membantu infrastruktur masyarakat, sehingga hal itu tentu dapat meringankan beban warga.
Ketua Panitia acara yang sekaligus Wakil Ketua Fatayat NU Surabaya Nuri Mardiyana memastikan siap mendukung semua program yang disampaikan oleh Risma dan semua program yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya. Terutama dalam hal mengawasi dan melaporkan apabila ada Ibu hamil dan balita yang memang membutuhkan bantuan.
“Kami siap mendukung dan membantu semua program Bu Risma, apalagi anggota kami para perempuan yang masih produktif, sehingga kami siap untuk mendukung itu semua,” kata Nuri seusai acara.
Ia juga menjelaskan tentang acara serah terima bantuan renovasi dari BTPN Syariah yang bekerjasama dengan PC Fatayat NU Kota Surabaya itu. Ia mengatakan bahwa setelah ada MoU di tingkat nasional, kemudian ditindaklanjuti di beberapa titik di Indonesia, salah satunya di Kota Surabaya.
“Jadi, atas rekomendasi dari nasabah BTPN Syariah, kali ini kita akan membantu renovasi fisik MCK di Kalibokor gang V dan ruang Posyandu di Kelurahan Sukolilo. Bantuan semacam ini akan terus dikembangkan ke depannya,” tandasnya. (wt)





