Dalam situasi tugas seperti ini Khofifah berucap terima kasih Kepada Kyai Abdul Hakim yg juga pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang.
Sebagaimana diketahui Gubernur Jatim ini sangat dekat dg Gus Dur dan keluarga, baik sebagai Menteri maupun sebagai pribadi. Bagitu pula dengan KH Sholahuddin Wahid dan keluarga besar Tebuireng.
“Matur nuwun , matur nuwun beliau beliau mengapresiasi kerja keras pemerintah, utamanya, pemeriksaan secara massif dan pelacakan kasus (tracing) di masayrakat, Ini dukungan moral yg besar bagi kami,” imbuhnya.
Senada dengan maklumat tentang perbaikan strategi komunikasi publik, Gubernur Jawa Timur yg juga Ketua Umum PP Muslimat ini selalu proaktif mengajak tokoh masyarakat baik silsturrahim secara langsung, diskusi dalam fokus group , pertemuan melalui virtual maupun melalui konferensi pers secara rutin dengan data dan informasi yg dipertanggungjawabkan melalui verifikasi ketat dan terukur, jujur, amanah sebagai rasa tanggung jawab.
Khofifah selalu mendorong timnya untuk update data setiap hari tanpa kecuali, dilakukan dengan seksama dalam rangka pertanggung jawaban moral dan kejujuran informasi. Pemprov Jatim sesuai kekuatannya memberi perhatian khusus, penghargaan baik moril, APD maupun meterial sebagaimana arahan pemerintah pusat. Memang pandemi ini ujian bagi kita semua, imbuhnya.
Khofifah sangat setuju dengan keterlibatan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan budaya. Selama ini, sosialisasi yang dilakukan gugus tugas mengundang tokoh masyarakat dan menghadiri ponpes dan silaturrahmi ke tokoh tokoh agama.
Khofifah berucap terima kasih atas masukan dan nasehat ini demi kamaslahatan bersama dan memohon doa restu agar kita semua diberi kekuatan dan kemudahan dalam mengatasi masalah covid 19 yg juga mendera 218 negara di seluruh dunia ini. (min)