Kamis, 13 Juni 2024
31 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaPasien Positif Di Jatim Capai 4.600

    Pasien Positif Di Jatim Capai 4.600

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan perkembangan penanganan kasus Corona di Jatim per hari ini. Terdapat penambahan pasien positif cukup tinggi yakni 191.

    Pada hari kemarin ada 4409 orang kini menjadi 4600 orang positif. ungkap Khofifah dalam jumpa pers berkala di Grahadi Surabaya, Sabtu (38/5/2020).

    Kami tak henti hentinya meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan yang tinggi. Karena siapa pembawa virus ini. Pengamanan itu hanya pada dirj kita masing masing. Ikuti protokol kesehatan dengan pshysical distancing dan social distancing, tetap menggunakan masker, cuci tangan menggunakan sabun.

    “Untuk yang berstatus PDP dari angka 6410 kemarin kini menjadi 6595 orang dan yang berstatus ODP dari angka 24.420 kini menjadi 24.190 orang,” jelasnya.

    Baca juga :  Rencana Revitalisasi Eks THR-TRS, Tahap Awal Dikerjakan Bulan Juli

    Lebih lanjut Khofifah menjelaskan bahwa pasien yang terkonfirmasi negatif atau sembuh ada 20 orang dimana masing-masing 1 berasal dari Kota Batu, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Nganjuk dan Kabupaten Jember. Kemudian masing-masing 2 berasal dari Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sidoarjo, serta 7 dari Kabupaten Magetan.

    Total yang sembuh hingga hari ini ada 609 orang atau setara dengan 13,24 persen.

    Sedangkan pasien yang meninggal ada 24 orang dimana masing-masing 1 dari Kabupaten Tuban, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Jombang. Lalu 5 dari Kabupaten Sidoarjo dan 15 dari Kota Surabaya.

    Total yang meninggal hingga hari ini ada 396 orang atau setara dengan 8,61 persen.

    Kemudian untuk kasus baru yang 191 orang positif, diantaranya masing-masing 1 berasal dari Kabupaten Tuban, Kota Probolinggo, Kabupaten Pamekasan, Kota Malang, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Jember, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Sumenep.

    Baca juga :  Curanmor Makin Marak di Surabaya, Pemkot Cari Solusi

    Berikutnya masing-masing 2 berasal dari Kabupaten Trenggalek, Kota Mojokerto dan Kabupaten Nganjuk. Kemudian 3 dari Kabupaten Bangkalan, 4 Kabupaten Bojonegoro, 5 dari Kabupaten Gresik, lalu masing-masing 7 berasal dari Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Tulungagung, 8 Kabupaten Lamongan, 10 Kabupaten Kediri, 23 dari Kabupaten Sidoarjo dan 101 dari Kota Surabaya. (min)

    Penulis : Amin Istighfarin

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2020 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan