Sabtu, 22 Juni 2024
30 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaPositif  Covid-19 Surabaya Meningkat,  Risma Beralasan karena Pemkot Masif Gelar Swab 

    Positif  Covid-19 Surabaya Meningkat,  Risma Beralasan karena Pemkot Masif Gelar Swab 

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Pemkot Surabaya menggelar Rapat Koordinasi bertajuk Analisa dan Evaluasi Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Surabaya bersama jajaran kepolisian dan TNI.

    Rapat koordinasi dihadiri Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Mohammad Fadil Imran, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah beserta Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kota Surabaya di Graha Sawunggaling Lantai 6, Gedung Pemkot Surabaya, Jumat (22/5/2020).

    Acara yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini itu, membahas terkait berbagai upaya dalam pencegahan penyebaran Covid-19 beserta evaluasi PSBB yang tengah diterapkan di Kota Pahlawan.

    Risma berterima kasih atas dukungan dari semua pihak dalam upaya memutus mata rantai Covid-19. Menurut dia, situasi di lapangan tidak semudah yang dibayangkan oleh masyarakat. Oleh sebab itu, berbagai dukungan akan sangat membantu dalam memutus mata rantai penyebaran virus tersebut.

    “Dengan support ini saya percaya kita bisa menyelesaikan permasalahan ini dengan tepat. Sering kali kita lakukan negosiasi atau upaya persuasif saat meminta mereka (warga yang terkonfirmasi) untuk ke rumah sakit,” kata Risma.

    Baca juga :  Keren! 330 Pasangan Ikut Pembekalan Isbat Nikah, Pemkot Surabaya Siapkan Pesta Kebun

    Terkait meningkatnya angka Covid-19 kemarin yang signifikan, Risma mengaku, hal ini lantaran Pemkot Surabaya masif menggelar rapid test. Dari 311 orang yang positif, 48 adalah orang dengan risiko (ODR).

    “Namun yang ingin saya sampaikan, kenaikan ini karena kita masif melakukan rapid test dan kemudian kalau reaktif ditindaklanjuti oleh swab. Mungkin bapak ibu sekalian kaget,” paparnya.

    Risma juga menjelaskan, berbagai upayanya dalam memutus pandemi Covid-19. Salah satu yang saat ini tengah gencar dilakukan adalah rapid test dan swab massal di sejumlah wilayah. Terutama daerah yang terdapat warga menjadi penularan Covid-19.

    “Kenapa kemudian kami bisa memantau siapa saja yang terkonfirmasi. Karena setelah kami membuat klaster, kemudian kami menghubungkan dengan data kependudukan. Misalnya yang ada di daerah Rungkut,” jelasnya.

    Berbagai upaya lain dalam penanganan Covid-19 juga dipaparkan oleh Risma. Di antaranya, membuat rumah sakit darurat yakni Asrama Haji, Sukolilo, yang disulap menjadi ruang isolasi dan perawatan pasien. Sebab, beberapa rumah sakit tidak menerima pasien anak-anak, sehingga diputuskan untuk diisolasi di tempat tersebut.

    Baca juga :  Revitalisasi Kota Lama Langkah Strategis Pengembangan Potensi Surabaya

    “Jadi satu keluarga dimasukkan ke sana. Mengingat rumah sakit tidak dapat menampung anak-anak. Kita juga kasih mainan,” ungkapnya.

    Bahkan, di kesempatan yang sama, Presiden UCLG Aspac ini pun memaparkan, bahwa pihaknya juga menggandeng RS Husada Utama untuk penambahan ruang isolasi perawatan pasien. Makanya, ruang pertemuan di rumah sakit itu diubah menjadi tempat perawatan dengan kapasitas 200 tempat tidur. “Jadi pasien yang positif bisa kami langsung rawat di sana,” paparnya.

    Tidak hanya persoalan kesehatan saja, namun dampak sosial ekonomi juga menjadi perhatian yang segera diselesaikan. Itulah sebabnya pihaknya terus memantau data yang ada di RT/RW dan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak. “Ada orang yang mau bicara kalau mereka tidak mampu. Ada juga yang hanya diam saja karena belum tercover bantuan dari kami,” lanjut dia.

    Risma menegaskan, hingga saat ini sebanyak 17 kawasan perbatasan terus dilakukan pemantauan setiap hari. Meskipun ini berat, namun tidak menjadi permasalahan. “Saya matur nuwun (terima kasih) kemarin dibantu Bapak Kapolda menyelesaikan permasalahan diperbatasan,” tuturnya.

    Baca juga :  Jelang Peresmian Kota Lama Surabaya, hanya Suroboyo Bus Melewati Zona Eropa

    Dalam waktu dekat, Risma beserta jajarannya akan membuat Kampung Tangguh sesuai arahan dari Kapolda Jatim Irjen Pol Mohammad Fadil Imran. Ia memastikan, bahwa nantinya kampung tersebut dapat berfungsi untuk menyerap aspirasi masyarakat yang dikelola langsung oleh perwakilan masyarakat atau LPMK. “Nanti saya akan koordinasi dengan camat se-Surabaya,” ungkapnya.

    Di waktu yang sama, Kapolda Jatim, Irjen Pol Mohammad Fadil Imran menambahkan, untuk mengatasi pandemi di Kota Surabaya, pihaknya bersama jajaran TNI mendukung penuh upaya pemerintah. Namun demikian, ia berharap, masyarakat bisa meningkatkan kedisiplinan. Baginya, disiplin adalah vaksin Covid-19.

    “Ini lah cara kami untuk mendukung Bu Risma, kuncinya adalah disiplin. Mari kita sosialisasikan secara masif melalui kanal sosmed (sosial media) masing-masing. Disiplin adalah vaksin corona,” kata Fadil. (wt)

    COPYRIGHT © 2020 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan