Senin, 24 Januari 2022
31 C
Surabaya
More
    Renungan PagiSabda Rasulallah Shalallahu 'Alaihi Wasallam : Jauhilah Sifat Kikir

    Sabda Rasulallah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam : Jauhilah Sifat Kikir

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Sesungguhnya kikir bukanlah karakter orang beriman. Sebaliknya, kikir merupakan bukti lemahnya iman seseorang yang masih begitu besar kecintaannya terhadap harta dunia.

    “Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu (kikir) dan jangan pula kamu terlalu mengulurkannya (sangat pemurah) sehingga nanti kamu menjadi tercela dan menyesal.” (Q.S  Al-Isra: 29)

    Orang yang kikir akan dijauhi, karena orang menganggap tidak ada untungnya bergaul dengan orang yang kikir dan bakhil. Bahkan sifat kikir itu akan membinasakan dirinya dan orang lain.

    Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, ”Jauhilah oleh kalian sifat kikir, karena sifat itulah yang membinasakan orang-orang sebelum kalian. Sifat kikir menyuruh mereka berlaku zhalim, maka merekapun berlaku zhalim. Kikir menyuruh mereka memutus kekerabatan, merekapun memutusnya.” (HR Abu Dawud)

    “(yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan.” (QS.An Nisa : 37)

    Sebagian manusia ada yang memelihara sifat kikir atau pelit ini sampai pada derajat paling buruk, yaitu kikir terhadap dirinya sendiri padahal ia sedang membutuhkan. Meskipun ia tergolong mampu, memiliki kecukupan harta membeli sesuatu untuk keperluannya, namun terasa begitu berat baginya mengeluarkan harta karena takut hartanya berkurang, untuk itu maka manusia perlu mengenali karakter buruk yang ada dalam dirinya agar dalam proses mencari harta ia tidak terjebak ke dalam golongan yang terlalu berlebihan mencintai dunia. Di antara karakter buruk tersebut adalah sifat kikir

    “Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui.” (QS.Al Baqarah : 268)

    Memberi terkadang disalah artikan, banyak yang masih berfikir bahwa memberi itu adalah menghabiskan apa yang ada. Ketika memberi diartikan dengan menghabiskan maka secara otomatis kita akan serba sulit untuk mengeluarkan apa yang kita miliki. Tabiat manusia memang pada dasarnya adalah kikir

    “Katakanlah: “Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya”. Dan adalah manusia itu sangat kikir”.
    (QS.Al Isra : 100) ( Oleh : Ferry Ismirza)

    21 hari lagi ramadhan

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber :

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan

    Untukmu Para Istri…

    Wahai Para Istri…

    Rahasia Kebahagiaan

    Amanah