Senin, 22 Juli 2024
23 C
Surabaya
More
    Renungan PagiPolitik Kemanusiaan

    Politik Kemanusiaan

    Oleh  HM. Zahrul Azhar (Gus Hans) – Dewan Penasehat GP Anshor Jatim

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Jika Politik adalah alat untuk mencari , memertahankan dan memperluas kekuasaan.
    Maka politis adalah entitas yang dalam pikiran dan setiap langkahnya selalu berorientasi bagaimana caranya untuk mendapatkan , mempertahankan memperluas otoritas kekuasaan.

    Lalu apakah orang yang berorientasi pada kekuasaan itu selalu buruk dan kemaruk ? Tentu tidak , sama halnya seseorang yang selalu membawa pisau kemana mana tidak selalu identik sebagai pembunuh kan ?.

    Dalam Islam dianjurkan umat Islam untuk taat kepada 3 hal yang tak bisa dipisahkan yaitu : ati’ulloha wa’atiurrosul wa ulil amri minkum , taat lah kepada Allah, rosul dan pemimpin diantara kalian.
    Ketika kita bicara pemimpin/ penguasa Kita tidak bisa lepas dari politik karena didalamnya terdapat tata aturan , kesepakatan kesepakatan serta intrik intrik untuk meraihnya.

    Kenapa agama mengkaitkan antara Tuhan dan penguasa ? Ya karena melalu penguasa lah nilai nilai Illaihyyah dapat teraplikasikan dengan baik dibumi, jika seorang penguasa nya dzalim maka pranata kehidupan nya pun pasti tak seiring dengan nilai nilai ketuhanan.

    Agama mengajarkan kita untuk memuliakan Alloh sang Khalik , dan cara yang paling dalam memuliakan Nya adalah dengan cara memuliakan mahlukNya.

    Ketika kita dalam berpolitik berlandaskan pada ketaatan kita kepada Alloh maka Insyaalloh segala sesuatu dan sikap kita pasti berlandaskan pada nilai nilai kemanusiaan dengan tujuan memuliakan mahluk Nya.

    Seharusnya Politik hadir sebagai alat untuk memuliakan MahlukNya dengan pranata dan kesepakatan yang ada .

    Politisi yang memiliki komitment Illahiyyah maka dalam sikapnya pasti akan berpijak pada nilai nilai kemanusiaan.

    Maka ketika ada permaslahan kemanusiaan yang krusial sedang terjadi , seorang politisi harus segera membuang egonya untuk berfikir tentang posisi dan jabatan melainkan harus fokus menyelsaikan permasalahan kemanusiaan tersebut lebih dahulu terpecahkan. (*)

    COPYRIGHT © 2020 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan