Kenaikan Bawang Putih Diduga Permainan Pedagang Besar

Kenaikan Bawang Putih Diduga Permainan Pedagang Besar
Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin

Menurutnya, Pemerintah mesti turun tangan, menghukum pedagang nakal dengan mencabut izinnya jika masih bermain-main menyengsarakan rakyat.

“Perekonomian kita ini sudah sangat rapuh. Banyak ujian bagi rakyat kita mulai dari pertumbuhan ekonomi nasional yang minim, iklim invetasi yang buruk, UMKM-UMKM banyak yang gulung tikar, dan segala bencana alam yang terjadi di mana-mana.

Jangan ada lagi segolongan orang yang mencoba membuat rakyat kita makin sengsara dengan mempermainkan harga komoditas yang dipakai masal,” tegasnya.

Politisi Fraksi PKS ini menekankan kepada Kementerian Pertanian, melalui Direktorat Jenderal Hortikultura agar melakukan komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk aparat sehingga stok bawang putih yang ditahan oleh segelintir orang dapat ditelusuri.

Ia berpendapat, kelangkaan komoditas bawang putih ini sengaja diciptakan dengan mempermainkan supply and demand.  Koordinasi dengan Bulog juga penting dilakukan agar segera melakukan operasi pasar.

Para importir dan para pedagang besar harus dipaksa melepas stoknya sehingga ada penurunan yang menjangkau daya beli masyarakat.

“Penghentian impor bawang putih ini seharusnya berdampak jangka panjang. Jangka Pendek mestinya tidak terpengaruh karena stok masih ada berdasar data resmi Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian.

Penjarakan saja para pedagang yang sengaja menimbun stok komoditas dengan tujuan menaikkan harga.  Karena aktivitas para spekulan model begini yang selama ini merusak tatanan bernegara kita,” pungkasnya. (sam)