JAKARTA – Naiknya harga bawang putih hingga mencapai angka Rp60.000/kh dinilai sangat tidak wajar.
Kenaikan itu diduga ada permainan para pedagang besar dengan memanfaatkan isu virus Corona hingga di hentikannya impor bawang putih dari China.
Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin mempertanyakan mengapa begitu cepat harga bawang putih naik akibat isu penghentian impor dari China untuk mencegah virus Corona, ujarnya di Gedung DPR RI Jakarta, Selasa (11/2/2020).
“Tahun lalu kan kita sudah impor bawang putih cukup besar, dan ini mestinya masih ada 133 ribu ton bawang yang putih yang tersebar di gudang-gudang pedagang.
Mestinya janganlah menahan-nahan stok ini demi mengerek harga dengan isu menakutkan (virus Corona)
Legislator Fraksi PKS ini melanjutkan, tidak sewajarnya bawang putih ini naik dengan alasan virus Corona. Penghentian impor bawang putih dari China saat ini sudah sangat tepat.
Tapi menurutnya, tidak wajar harga bawang putih yang biasanya rata-rata Rp 20.000 per kg, kini harganya bisa mencapai Rp 60.000 per kg, bahkan hingga Rp 68.000 per kg.
Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) pada hari Minggu (9/2/2020) merilis data harga bawang putih di Provinsi DKI Jakarta sudah mencapai Rp 68.350 per kg, di Kalimantan Timur mencapai Rp 59.000 per kg, dan di Yogyakarta mencapai Rp 58.750 per kg.
Akmal menyatakan, mestinya masih ada pasokan 133.000 ton bawang putih hingga Maret tahun 2020 ini yang merupakan sisa impor tahun 2019 lalu.





