Perdana Menteri Hun Sen membela tanggapan pemerintah dan mengatakan bahwa tidak akan ada pejabat di provinsi Kep yang dipecat.
“Bangunan yang runtuh tidak hanya terjadi di Kamboja … tetapi juga di tempat lain … termasuk di Amerika Serikat,” kata Hun Sen dalam acara jumpa pers.
Kamboja sedang gencar membangun proyek-proyek konstruksi untuk melayani semakin banyaknya wisatawan dan investor China.
Keruntuhan bangunan di Kep terjadi enam bulan setelah 28 orang tewas ketika situs konstruksi milik China runtuh di Provinsi Preah Sihanouk. Tujuh orang didakwa melakukan pembunuhan tak disengaja dan Hun Sen memecat seorang petugas manajemen bencana atas kecelakaan itu. (min)





