“Sebenarnya program peduli lingkungan sudah dicanangkan Ibu Wali Kota di kampung-kampung dan sudah berjalan. Sehingga kemudian upaya ini juga diterapkan di sekolah-sekolah, salah satunya melalui program Eco School,” ungkapnya.
Menariknya, selain mengedukasi anak-anak agar peduli lingkungan, produk daur ulang yang dihasilkan itu, menjadi salah satu cara mengajarkan para pelajar menjadi seorang ecopreneur. Alhasil, beberapa produk yang dihasilkan kemudian dijual. Selanjutnya, hasil dari daur ulang itu digunakan kembali untuk mengembangkan kreatifitas lagi. “Nah, hasil-hasil kreatifitas itu juga banyak dipamerkan di sini. Jadi mereka bisa saling belajar, punya ide-ide baru, dan juga teman baru,” katanya.
Salah satu perwakilan sekolah yang mengikuti kegiatan pameran itu adalah SDN Pacarkeling V Kota Surabaya. Dalam pameran ini, sekolah tersebut mengusung tema daur ulang.
Susanti, guru kelas 6 sekaligus salah satu penjaga stand mengatakan, dalam pameran kali ini pihaknya menampilkan barang-barang yang dihasilkan dari proses daur ulang. Semuanya berasal dari barang tidak terpakai kemudian diolah agar lebih berguna. “Yang mendaur ulang adalah siswa,” kata Susanti.
Ia mengungkapkan, produk daur ulang yang dihasilkan, salah satunya adalah tong sampah yang terbuat dari botol plastik. Ada pula topi dari koran bekas, hiasan lampu dari sendok plastik bekas, hingga hiasan bunga dari kelobot. “Tutup botol itu berasal dari bekas air mineral dan minyak goreng,” jelasnya.
Lain halnya dengan SMPN 19 Kota Surabaya. Dalam pameran ini, sekolah tersebut memamerkan alat berupa virtual reality (VR) BT headphones. Melalui VR tersebut, anak-anak semakin dipermudah dalam proses belajar.
Kepala SMPN 19 Surabaya, Shahibur Rachman menjelaskan, dengan adanya VR tersebut, anak-anak bisa terlibat langsung dalam pembelajaran, karena menampilkan visual tiga dimensi. Apalagi, VR tersebut juga bisa digunakan dalam semua mata pelajaran. “Sekolah memiliki 17 unit VR. Sudah diterapkan sejak tahun 2018 lalu,” tukasnya.
Diketahui, dari hasil penilaian stand terbaik pameran pendidikan 2019, pada kategori lembaga non formal, juara 1 diraih oleh TK Negeri Pembina, juara 2 TK Benih Kasih dan juara 3 TK Al Falah. Sedangkan pada kategori jenjang SD, juara 1 diraih SDN Kandangan 1, juara 2 SDN Pacar Keling 5, dan juara 3 SD Al Muttaqin. Sementara pada jenjang SMP, juara 1 diraih SMPN 1 Surabaya, juara 2 SMPN 9 Surabaya, dan juara 3 SMPN 26 Surabaya. (wt)





