Pihaknya sudah menyampaikan ke gubernur memang harus ada venue yang di Jatim. Apakah di Surabaya, Sidoarjo atau dimana. Kalau memang GBT bisa, ya tidak masalah. Kalau tidak bisa, jangan kemudian langsung diberikan ke provinsi lain.
“Untuk Jatim yang punya potensi untuk itu, ya harus berlomba, untuk meyakinkan bahwa daerah kita bagus. Masih ada waktu satu untuk untuk membenahi. Toh, kata Menpora akan dibantu APBN, tidak membebankan APBD semua,” ungkapnya.
Erlangga juga meningatkan bahwa opsi venue lain selain GBT bukan berarti Gubernur tidak ingin stadion tersebut terpilih menjadi venue PD, melainkan agar even skala internasional itu tetap ada di Jatim.
“Aroma sampah yang sempat dipersoalan Gubernur, justru sebuah masukan. Itu di sana (stadion GBT) ada aroma kurang baik, ya harus diantisipasi. Bukan berarti gubernur tidak setuju,” jelasnya.
Sebelumnya, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menyatakan kesiapan Jatim untuk menjadi salah satu venue tempat pertandingan. Khofifah mengajukan empat stadion lain sebagai alternatif lokasi pertandingan selain GBT. Yakni, stadion Kanjuruhan Malang, Gelora Delta Sidoarjo, Surajaya Lamongan, dan Gelora Bangkalan. (guh)