Soal Polemik Stadion GBT, Ketua KONI Jatim Bela Khofifah

14

SURABAYA –  Klaim Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) menjadi tempat pertandingan atau venue Piala Dunia (PD) U-20 tahun 2021, masih sepihak. Pemerintah hingga kini belum memutuskan stadion mana di Jawa Timur (Jatim) yang menjadi pilihan sebagai venue Piala Dunia (PD) U-20.

“Kemarin pak Menpora bilang akan dievaluasi semua. Masih belum diputuskan. Cuma kita semua bertekad jangan sampai lepas dari Jatim,” kata Ketua Umum KONI Jawa Timur (Jatim), Erlangga Satriagung kepada wartawan di Kantor Gubernur Jatim, Senin (4/11/2019).

Erlangga mengaku bukan pihak yang punya kewenangan menilai kelayakan GBT menggelar PD. Sebab, ada persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi. Tidak stadion saja, tapi juga ada stadion pendamping dan lapangan lain untuk latihan.

“Dari keterangan menpora, tim-tim yang berlaga di suatu tempat minimal enam bulan sudah datang. Bahkan, ada juga tim peserta yang datang satu tahun sebelum kejuaraan berlangsung. Itu kan membawa dampak ekonomi tinggi,” ujarnya.

Karena itu, Erlangga mendukung pernyataan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa yang menyebut bahwa, harus ada opsi lain stadion selain GBT yang diajukan untuk menjadi venue PD U-20. Gubernur ingin agar ada salah satu venue di Jatim yang bisa menjadi tempat pertandingan.

Jika yang diajukan hanya satu stadion, dikhawatirkan, ketika nanti tidak lolos persyaratan, Jatim tidak terpilih menjati tempat pertandingan. “Kalau alternatifnya hanya satu dan kemudian tidak memenuhi syarat, nanti (Piala Dunia U-20) tidak jadi di Jatim. Eman-eman, rugi rek,” tandasnya.

Pihaknya sudah menyampaikan ke gubernur memang harus ada venue yang di Jatim. Apakah di Surabaya, Sidoarjo atau dimana. Kalau memang GBT bisa, ya tidak masalah. Kalau tidak bisa, jangan kemudian langsung diberikan ke provinsi lain.

“Untuk Jatim yang punya potensi untuk itu, ya harus berlomba, untuk meyakinkan bahwa daerah kita bagus. Masih ada waktu satu untuk untuk membenahi. Toh, kata Menpora akan dibantu APBN, tidak membebankan APBD semua,” ungkapnya.

Erlangga juga meningatkan bahwa opsi venue lain selain GBT bukan berarti Gubernur tidak ingin stadion tersebut terpilih menjadi venue PD, melainkan agar even skala internasional itu tetap ada di Jatim.

“Aroma sampah yang sempat dipersoalan Gubernur, justru sebuah masukan. Itu di sana (stadion GBT) ada aroma kurang baik, ya harus diantisipasi. Bukan berarti gubernur tidak setuju,” jelasnya.

Sebelumnya, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menyatakan kesiapan Jatim untuk menjadi salah satu venue tempat pertandingan. Khofifah mengajukan empat stadion lain sebagai alternatif lokasi pertandingan selain GBT. Yakni, stadion Kanjuruhan Malang, Gelora Delta Sidoarjo, Surajaya Lamongan, dan Gelora Bangkalan. (guh)