Misi Dagang Jatim ke NTB: Bertemu Tujuh Jam Hasilkan Transaksi Rp 603 Miliar

Misi Dagang Jatim ke NTB: Bertemu Tujuh Jam Hasilkan Transaksi Rp 603 Miliar

Sebagai bentuk implementasi sisterhood, kedua kepala daerah itu melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang Kerjasama Pembangunan Daerah  dalam rangka Pengelolaan Potensi dan Sumber Daya.

Melihat potensi yang dimiliki NTB, Khofifah langsung menawarkan kerjasama jagung serta perluasan penggemukan sapi untuk swa sembada daging dan protein hewani.

Oleh karena  itu, Khofifah juga menawarkan tenaga inseminator dan tenaga pemeriksa  kebuntingan dari Jatim untuk memberikan pelatihan termasuk  dari Balai Besar Inseminasi Buatan di Jatim untuk peternak dari NTB. Sebab, pada dasarnya, NTB memiliki bibit sapi yang bagus.

Serta yang tak ketinggalan Khofifah juga menawarkan kerjasama dengan NTB terkait kerangka perhiasan untuk mutiara. Pasalnya Jatim memiliki industri perhiasan terbesar di Indonesia.

Melihat hal tersebut, Khofifah menjelaskan, harus ada pertemuan yang lebih fokus antara pelaku usaha perhiasan berbasis mutiara di NTB untuk  melakukan business matching dengan perusahaan-perusahaan perhiasan di Jatim.  Jatim menyumbang 49,5 persen untuk nasional.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB Siti Rohmi Djalillah berharap bisa melakukan hal-hal yang produktif untuk kerjasama NTB dan Jatim. NTB hidupnya sebagian besar dari pertanian, perkebunan, perdagangan, dan pariwisata.

“Kami mendorong desa wisata, perkembangan pariwisata sejalan dengan pertumbuhan ekonomi khususnya masyarakat desa. Nantinya, Kerjasama tidak hanya tertutup pada pertanian, peternakan dan perdagangan,” pungkasnya.  (min)