Kelompok Mahasiswa Ambon Sambut Kedatangan Presiden dengan 6 Tuntutan

Kelompok Mahasiswa Ambon Sambut Kedatangan Presiden dengan 6 Tuntutan
Usai melakukan kunjungan kerja ke Papua Barat dan Papua, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana tiba di Bandara Pattimura, Ambon, Maluku, Senin (28/10/2019) petang.

“Karena hal ini terbukti dengan belum disahkannya UU Daerah Kepulauan dan Lumbung Ikan Nasional (LIN). Kami menduga kuat ada ketakutan pempus untuk mengesahkan UU Daerah Kepulauan sebab jika diberlakukan setidak-tidaknya ada dana tambahan 5% yang digelontorkan untuk Maluku dari APBN,” kata mereka.

Menurut pendemo, Maluku menjadi bagian integral dari wilayah NKRI. Dari sisi historis, Maluku juga pegang Parang dan Salawaku untuk mengusir penjajah. Menyelamatkan hasil alam dari cengkraman kolonialisme. Jong Ambon juga pernah mendeklarasikan diri dalam sumpah pemuda sebagai cikal bakal lahirnya bangsa Indonesia. Kini rasanya Maluku juga dijajah oleh bangsanya sendiri.

Para pendemo dalam pernyataan sikap itu juga menyampaikan bahwa Maluku sengaja dimiskinkan, dengan SDM yang dimiliki. Di antaranya saat ini yang sedang menjadi sorotan yaitu masalah PI 10% dari pengelolaan Lapangan Gas Abadi Blok Masela. Sebab, PI 10% ini hendak dibagi 5% dengan Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kami juga menolak tambang emas Gunung Botak akan diambil alih oleh BUMN dan PT. bermasalah, demikian juga dengan harga komoditas cengkeh, pala dan kopra yang harganya tidak menguntungkan bagi petani,” katanya.

“Jokowi jangan jadikan SDM Maluku sebagai sapi perah dan lahan garapan. Maluku tidak ingin menjadi pekerja di negeri sendiri. Jangan jadikan gunung botak seperti free port di Papua,” pinta pendemo.

Melihat masalah di daerah ini, pendemo tetap akan membunyikan alarm demokrasi tepatnya di hari peringatan Sumpah Pemuda.

Ada enam poin tuntutan yang disampaikan.

  1. Mendesak Presiden secepatnya merekonstruksi rumah warga yang rusak akibat gempa.
  2. Mendesak Presiden mengesahkan UU Daerah Kepulauan.
  3. Mendesak Presiden merealisasikan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional (LIN).
  4. Menolak pembagian Participating Interest/PI 10% pengelolaan lapangan gas abadi Blok Masela dengan provinsi NTT.
  5. Menolak pengelolaan tambang emas gunung botak oleh BUMN dan PT. Bermasalah.
  6. Mendesak Presiden untuk meningkatkan harga komoditas cengkeh, pala dan kopra yang menguntungkan bagi petani.

“Panjang umur perlawanan,” tutup rilis pendemo. (wt)