“Oleh sebab itu, pahlawan kita sudah berani mempertaruhkan nyawanya untuk kalian (anak cucunya). Jadi sudah selayaknya kita semua harus melanjutkan perjuangan mereka dengan baik,” ujarnya.
Menurutnya, untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan, dapat dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya yakni dengan cara belajar yang rajin, mencetak prestasi dengan menekuni berbagai kegiatan postif. Karena itu, ia meminta kepada para pelajar untuk sungguh-sungguh menuntut ilmu, agar kelak menjadi manusia yang membanggakan Kota Surabaya.
“Jadi jangan buang kesempatan. Bisa bersekolah, bisa makan sehat, dan sudah mendapat nikmat yang luar biasa. Apa yang kalian suka kerjakan dengan sungguh, misalnya belajar ilmu sejarah biar besok jadi sejarawan yang hebat,” pesannya.
Tidak hanya itu, wali kota yang juga menjabat sebagai Presiden UCLG Aspac ini berpesan kepada para pelajar agar tidak melakukan adu kekerasan, atau berkelahi sesama teman. Sebab menurutnya, pertempuran generasi saat ini bukan lagi perang seperti zaman nenek moyang. Namun pertempuran saat ini yang harus dilakukan adalah menjadi orang yang sukses dan dapat bersaing tingkat dunia. “Kalian harus bisa sukses!. Sudah tidak zaman berantem apalagi sesama teman. Harus bisa bersaing dengan anak-anak di seluruh dunia. Mengerti ya anak-anakku?,” tegasnya.
Risma juga berharap agar anak-anak tidak saling melakukan bullying satu sama lain. Sebab menurutnya, saat membully orang lain, sebenarnya itu sedang membully diri sendiri. Selain itu perbuatan bullying merupakan sikap yang dapat memecah belah bangsa. Karenanya, Risma terus mengingatkan agar anak-anak Surabaya bersatu dan rukun. (wt)





