Sahat yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD Jatim ketika berbicara diatas kendaraan polisi menyatakan “ saudara saudara sekalin, tigapuluh tahun yang lalu, saya juga sama seperti kalian semua, kita semua berjuang untuk kemenangan, kita yang ada di DPRD Jawa Timur akan meneruskan perjuangan adik adik semuanya, Mari kita jaga Jawa Timur yang kondusif supaya kita semua nyaman dan rakyat sejahtera.kata Sahat Tua Simanjuntak, lalu di amini ribuan mahasiswa..dan serentak menyatakan setujuuuu..
Menyinggung soal adanya lemparan dan ditemukan polisi, Sahat Tua Simanjuntak mengatakan, pihaknya yakin bahwa lemparan batu dan kapak yang ditemukan bukan dari mahasiswa.
“Saya yakin itu bukan perbuatan dari mahasiswa. Saya yakin 1000 persen adik-adik mahasiswa itu dengan jiwa idealismenya tidak akan menggunakan cara-cara kekerasan. Saya khawatir ada orang-oramg lain yang memanfaatkan dari semangat yang dilakukan mahasiswa. Mereka berjuang dengan alat pikiran intelektualitas,” tegasnya.
Mengenai tuntutan mahasiswa untuk pelaksanaan sidang rakyat di ruang paripurna DPRD Jatim, Sahat menjelaskan pihaknya sesuai pernyataan Ketua DPRD Jatim Kusnadi, tidak bisa mengabulkan.
“Ini karena merupakan instalasi atau obyek vital milik negara yang diatur Undang-undang untuk penggunaannya. Kalau mengabulkan sidang rakyat, kami melanggar. Tapi kalau diminta turun ke tengah-tengah mahasiswa, sudah kami penuhi,” pungkasnya. (min)





