“Salah satu upaya yang dilakukan Reuse mengurangi sampah. Diawali dari rumah tangga kita sendiri. Reycle mendaur ulang kembali, sehingga membuat nilai manfaat kembali. Ia juga mengimbau agar masyarakat bisa mengurangi penimbunan sampah mulai dari rumah tangga sendiri,” imbuhnya
“Minimal dimulai dari kita sendiri melakukan gerakan mengurangi sampah dan membudayakan masyarakat agar peduli terhadap sampah harus muncul,” ungkapnya.
Lebih jauh, Didik juga mengungkapkan, persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemkot Kediri, namun sebagai warga Kota Kediri, juga harus ikut membantu mengurangi penumpukan sampah yang ada di TPA Klotok Kelurahan Pojok Kota Kediri.
“Sampah yang masuk di TPA sebanyak 140 ton per hari, berasal dari sampah rumah tangga, pertokoan, perkantoran dan sampah pasar semua masuk di TPA,” ungkapnya.
Disinggung terkait sampah plastik, Didik menjelaskan selama ini sudah konsen melakukan sosialisasi pemilahan sampah.
“Harapan kita kalau ada anggaran cukup, lebih baik membangun TPS 3R di banyak tempat lagi, karena sekarang ini terlalu minim dibanding pertumbuhan sampah yang ada, masyarakat yang semakin lama, semakin banyak kebutuhan sehingga sampah semakin banyak,” jelasnya.
Masih kata Didik, untuk meminimalisir sampah plastik yang masuk di TPA dengan keberadaan mesin pencacah sampah plastik yang sudah beroperasi. Bagaimanapun harus dipilah dulu kalau campur tidak bisa, harus dilakukan pemilahan sampah dulu.
“Sederhana saja kalau ingin membantu Pemerintah Kota Kediri, silahkan sampah yang ada di rumah tangga baik sampah plastik dan sampah lainya harus mulai dilakukan pemisahan,” pungkasnya. ( adv/bud)





