Minggu, 21 April 2024
26 C
Surabaya
More
    Jawa TimurKediriGerakan Bersih Ala DLHKP Kota Kediri Wujudkan " Kediri Resik Kediri Apik" 

    Gerakan Bersih Ala DLHKP Kota Kediri Wujudkan ” Kediri Resik Kediri Apik” 

    KEDIRI – Terobosan luar biasa digulirkan internal Pegawai Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri, yang membersihkan sisa-sisa sampah pasca demo yang berlangsung di depan gedung DRPD Kota Kediri, Jalan Mayor Bismo,Kelurahan Semampir, Rabu (25/9/2019).

    Menariknya, mayoritas Pegawai DLHKP Kota Kediri, seakan tidak riskan dan canggung membersihkan sisa-sisa sampah. Mereka, membawa sapu, cikrak dan alat lainya, hingga kondisi disepanjang Jalan Mayor Bismo bersih. Hal ini, jelas menyita perhatian pengguna jalan yang melintas.

    ” Pastinya, ini wujud spontanitas internal Pegawai DLHKP Kota Kediri dalam mewujudkan ” Kediri Resik Kediri Apik”. Dan, hal ini dilakukan dalam momen-momen tertentu yang bertujuan menciptakan iklim positif dan keakraban sesama Pagawai” kata Didik Catur HP, Kepala DLHKP Kota Kediri, saat dihubungi, Kamis (26/9/2019).

    Baca juga :  Operasi Ketupat Berjalan aaman dan Lancar di Wilayah Hukum Polres Kediri

    Gerakan Bersih Ala DLHKP Kota Kediri Wujudkan " Kediri Resik Kediri Apik" 

    Selain itu, Didik juga mengajak masyarakat melakukan Gerakan Memilah Sampah Plastik yang harus dilakukan dan dimulai dari rumah sendiri. Karena, program gerakan memilah sampah plastik harus segera dilakukan, mengingat kondisi Indonesia darurat sampah.

    Harapanya, dengan pemilahan sampah plastik maupun sampah rumah tangga, yang memiliki nilai ekonomis dan dapat digunakan kembali menjadi barang-barang yang berharga.

    “Seperti kita memberi pemahaman masyarakat bagaimana untuk mengolah sampah, dan juga bisa menjadi sumber penghasilan tambahan,” ucapnya.

    Didik menambahkan, dalam pemilahan sampah plastik harus dilakukan dengan memberdayakan masyarakat melalui program 3R yakni Reduce, Reuse,  Recycle.

    “Salah satu upaya yang dilakukan Reuse mengurangi sampah. Diawali dari rumah tangga kita sendiri. Reycle mendaur ulang kembali, sehingga membuat nilai manfaat kembali. Ia juga mengimbau agar masyarakat bisa mengurangi penimbunan sampah mulai dari rumah tangga sendiri,” imbuhnya

    Baca juga :  Arus Balik Lebaran 2024, Sejumlah Stasiun Daop Madiun Masih Tinggi

    “Minimal dimulai dari kita sendiri melakukan gerakan mengurangi sampah dan membudayakan masyarakat agar peduli terhadap sampah harus muncul,” ungkapnya.

    Lebih jauh, Didik juga mengungkapkan, persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemkot Kediri, namun sebagai warga Kota Kediri, juga harus ikut membantu mengurangi penumpukan sampah yang ada di TPA Klotok Kelurahan Pojok Kota Kediri.

    “Sampah yang masuk di TPA sebanyak 140 ton per hari, berasal dari sampah rumah tangga, pertokoan, perkantoran dan sampah pasar semua masuk di TPA,” ungkapnya.

    Disinggung terkait sampah plastik, Didik menjelaskan selama ini sudah konsen melakukan sosialisasi pemilahan sampah.

    “Harapan kita kalau ada anggaran cukup, lebih baik membangun TPS 3R di banyak tempat lagi, karena sekarang ini terlalu minim dibanding pertumbuhan sampah yang ada, masyarakat yang semakin lama, semakin banyak kebutuhan sehingga sampah semakin banyak,” jelasnya.

    Baca juga :  Operasi Ketupat Berjalan aaman dan Lancar di Wilayah Hukum Polres Kediri

    Masih kata Didik, untuk meminimalisir sampah plastik yang masuk di TPA dengan keberadaan mesin pencacah sampah plastik yang sudah beroperasi. Bagaimanapun harus dipilah dulu kalau campur tidak bisa, harus dilakukan pemilahan sampah dulu.

    “Sederhana saja kalau ingin membantu Pemerintah Kota Kediri, silahkan sampah yang ada di rumah tangga baik sampah plastik dan sampah lainya harus mulai dilakukan pemisahan,” pungkasnya. ( adv/bud)

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan