Kenangan Tak Terlupakan H. Imam Utomo dan Sahat Tua Simanjuntak

Kenangan Tak Terlupakan H. Imam Utomo dan Sahat Tua Simanjuntak
Mantan Gubernur H Imam Utomo bersama Sahat Tua Simanjuntak, SH, ketika menghadiri resepsi perniakahan putra Bupati Lamongan Fadeli. (foto/ist)

Kemarahan Sahat dipicu ulah wasit yang tidak adil ketika memimpin antara petinju Jawa Timur Timotius, prajurit TNI AL dikalahkan nilai angka melawan petinju DKI Jakarta. Sahat marah Karena seharusnya medali emas untuk Jawa Timur.

Saat itu Petugas pertandingan seketika tunggang langgang karena petinju dan offisial  Jawa Timur serentak mengamuk. Lalu, Sahat diskors 2 tahun oleh dewan kehormatan PB. Pertina  yang dipimpin ketua umum Pertina Mayjen (Marinir) Nono Sampono

Lalu siapa yang bisa melumpuhkan hati batu Sahat saat itu. Ya siapa lagi kalau bukan Gubernur Jawa Timur Imam Utomo yang kebetulan Ketua KONI Jawa Timur.

Ditengah kemarahan itu tiba tiba Pak Imam Utomo datang. “Saya betul betul kaget Pak Imam ada disitu,” jelasnya. Usut punya usut ternyata ada offisial provinsi lain yang menelpon Gubernur Pak Imam Utomo.

Dan saat itu pak Imam, bisa meredam kemarahan anak anak petinju Jawa Timur yang sempat menyerbu juri dan wasit.

Lantas apa sikap Pak Imam melihat amuk offisial dan petinju Jawa Timur. Sahat mengatakan, saat itu pak Imam marah pada dirinya.

Tapi saya jawab bahwa ini ia lakukan semata-mata mempertahankan kehormatan. Buat Jawa Timur kehormatan adalah segala-galanya. Karena Jatim yang harusnya mendali emas tapi Jatim dicurangi juri dan wasit pusat hingga munculnya insiden Palembang.

Pak Imam Utomo adalah orang tua saya. Jadi siapapun yang menggangu Pak Imam akan saya bela mati matian. pungkas. (min)