Jokowi menekankan, perang dagang harus dilawan dengan mengedepankan keterbukaan dan integrasi ekonomi. Nasionalisme sempit harus dilawan dengan solidaritas global dan multilateralisme.
“Kemitraan setara yang saling menguntungkan. Kemitraan selatan-selatan, perlu terus kita dorong. Artinya hanya ada satu kunci agar kita mampu bertahan menghadapi gejolak arus global, yaitu persatuan,” kata Jokowi.
Dia meyakini, Indonesia dan Afrika adalah kekuatan besar jika kita bersatu. Indonesia dan Afrika dapat mewujudkan mimpi-mimpi kemajuan, jika kita bersatu. Indonesia dan Afrika dapat melompat lebih tinggi bahkan berkali-kali lipat jika kita bersatu.
“Indonesia siap dan sangat-sangat senang bekerja sama dengan Saudara-saudara kami di Afrika. Saya ingin pastikan dan tekankan, Indonesia adalah teman yang terpercaya. Indonesia is your true partner, your trusted friend,” tegas Jokowi.
Menurutnya, ini saatnya Indonesia dan Afrika dapat menuangkannya dalam langkah-langkah yang nyata. Langkah-langkah cepat dan tastis.
Demi mewujudkan masyarakat Indonesia dan Afrika yang makmur, yang sejahtera dan yang bersatu, Presiden Jokowi mengajak negara-negara Afrika untuk membangun dan memperkuat infrastruktur antarnegara ntuk meningkatkan konektifitas antara Indonesia dan Afrika, untuk meningkatkan arus perdagangan antara Indonesia dan Afrika, yang dapat meningkatkan perekonomian, yang mampu memberikan kesejahteraan bangsa Indonesia dan bangsa di Afrika.
Acara pada Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue 2019 itu dihadiri oleh Wakil Presiden Guinea Ecuatorial, Teodoro Nguema Obiang Mangue, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Menlu Retno Marsudi, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dan Menkominfo Rudiantara. (wt)





