Wali Kota Risma Kukuhkan 100 Anggota Paskibraka 2019

Wali Kota Risma Kukuhkan 100 Anggota Paskibraka 2019

“Kalian berhak berhasil. Ingat ya, kalau para pejuang dulu dengan susah payah membuat Indonesia Merdeka. Kita harus menjaga kemerdekaan ini. Buat bangga guru, orang tua, dan bumi tercinta nusantara,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, wali kota perempuan pertama di Surabaya ini juga berpesan kepada mereka agar tidak meninggalkan kebiasaan selama menjalani pelatihan di karantina. Sebab, selama berada di karantina, mereka diajarkan lebih displin, dan dibekali pengetahuan cinta kebangsaan. Selain itu, ia juga berharap, kebiasaan yang dilakukan saat di karantina itu dapat ditularkan kepada teman-teman dan saudara.

“Setelah kembali ke rumah masing-masing, saya berharap kebiasaan-kebiasaan yang sudah diajarkan tetap kalian lakukan, dan tularkan kedisiplinan itu pada sekitarnya,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas) Kota Surabaya, Eddy Christijanto menyampaikan, persiapan 100 pelajar Paskibraka ini kurang lebih memakan waktu dua minggu untuk latihan intens. Sebelum masuk ke dua minggu itu, peserta juga ada pelatihan pra selama empat hari berturut-turut. “Dan ini kami karantina selama empat hari dari tanggal 14–17 Agustus usai upacara,” kata Eddy.

Ia menjelaskan, tujuan dari karantina itu supaya mereka lebih fokus untuk latihan dan menjaga daya tahan tubuh agar tidak drop. “Dari pola makan, tidur dan latihan harus diperhatikan, benar-benar dijaga sehingga saat pengibaran bendera pusaka mereka tidak terjadi hal yang tidak dinginkan,” jelasnya.

Tidak hanya itu, selama karantina berlangsung, peserta Paskibraka juga dibekali materi berupa wawasan kebangsaan, perjuangan dari veteran, TNI, dan organisasi pemuda. Hal ini bertujuan sebagai bentuk cinta pada NKRI “Mereka kita tanamkan itu karena pemuda ini yang akan menyelamatkan negara kedepan dan mampu jadi agen perubahan,” katanya. (wt)